Tuesday, November 15, 2016

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

BAB I
PENGANTAR ISBD

A.    HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
1.      Hakikat dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISBD merupakan gabungan dari ISD dan IBD. Adapun tema pokok dari ISD adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan. Objek kajian ISD antara lain sebagai berikut:
a.       Berbagai kenyataan bersama yang merupakan masalah sosial yang dapat ditanggapi melalui pendekatan sendiri maupun pendekatan antar bidang (interdisipliner)
b.      Keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing memiliki kepentingan dan kebutuhan sendiri.
Sementara ruang lingkup dari kajian ISD itu sendiri adalah sebagai berikut:
a.       Individu, keluarga, dan masyarakat
b.      Masyarakat kota dan desa
c.       Masalah penduduk
d.      Pelalpisan sosial
e.       Pemudan dan sosialisasi
f.       Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan
Sedangkan IBD (Basic Humanities) merupakan suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ruang lingkup yang disajikan dari IBD antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Manusia dan pandangan hidup
b.      Manusia dan keindahan
c.       Manusia dan keadilan
d.      Manusia dan cinta kasih

2.      Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD
ISD dan IBD, pengabungan ini merupakan perampingan kurikulum di MKU (dan juga difakultas) untuk memberi tempat lebih banyak bagi mahasiswa guna mempelajari bidang-bidang ilmu kekhususan mereka di program studi/fakultas masing-masing. Oleh karena merupakan penggabungan dari dua mata kuliah yang dulunya terpisah, ‘warisan’ materi kedua mata kuliah itu masih sangat dominan dalam ISBD.
                        Mata kuliah ini merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi guna mengantaran mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian  dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA), serta mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu Pengetahuan, teknologi, dan Sni (IPTEKS).
Berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 44/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi, ISBD mengkaji tentang:
a.       Pengantar ISBD
b.      Manusia sebagai mahkluk budaya
c.       Manusia sebagai mahkluk individu dan sosial
d.      Manusia dan pradaban
e.       Manusia, Keragaman, dan Kesetaraan
f.       Manusia, Nilai, Moral, dan Hukum
g.      Manusia, Sains, Teknologi, dan Seni
Adapun landasan hukum dilaksanakannya pembelajaran ISBD adalah sebagai berikut:
a.       UUD1945, pasal 31 ayat 5 amandemen ke-4 UUD 1945 yang berbunyi “pemerintahkan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”
b.      UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana didalam pasal 3 di nyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
c.       SK Dirjen Dikti No.44 Tahun/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok MataKuliah Berkehidupan Bangsa (MBB) di perhuruan tinggi, yang salah satunya memuat ISBD (satu lagi adalah Ilmu Kealaman Dasar/IAD).
Mata kuliah ISBD sangat penting diajarkan disetiap jenis dan jenjang pendidikan tinggi. Karena alasan berikut:
a.       Hakikat manusia yang multidimensi menuntut pemahaman yang lebih holistik (menyeluruh) dan tidak parsial, dan hal ini terkandung dalam materi ISBD.
b.      Sejarah pemikiran modern(Bacon, Descartes, Hegel, Kant) terlalu menekankan dominasi rasio ktimbang rasa, simpati, emosi, hati nurani, pluralitas, (sosial-budaya).
c.       Globalisasi kebudayaan menuntut kita untuk menilai secara kritis  nilai-nilai mana yang patut di pertahankan dan mana ynag perlu di tinggalkan seperti Egoisme, Individuaalisme, Sekularisme, Hedonisme, dan materialisme.
d.      Pluralisme budaya menuntut toleransi antara budaya dan tidak jatuh dalam etnosentrisme dan primordialisme.







B.     ISBD SEBAGAI MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) DAN PENDIDIKAN UMUM
1.      ISBD Merupakan Kelompok MataKuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
     Berdasarkan keputusan mentri pendidikan nasional no 23/U/2000 tentang pedoman kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian mahasiswa, kelompok bahan kajian dan pelajaran yang dicakup dalam satu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum terdiri atas :
a.       Kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian ( MPK )
b.      Kelompok mata kuliah keilmuan dan keterampilan ( MKK )
c.       Kelompok mata kuliah keahlian berkarya ( MKB )
d.      Kelompok mata kuliah perilaku berkarya ( MPB )
e.       Kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat ( MBB )
            MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
a.       Visi ISBD sebagai MBB
        Mengatakan mahasiswa memantapkan kepribadianya, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat.
b.      Missi ISBD sebagai MBB
        Menumbuh kembangkan daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial dan budaya.
1.      Bersikap demokratis, berkeadaban, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat, serta perduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2.      Memiliki kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan, teknoligi dan seni.
3.      Ikut berperan mencari solusi masalah sosial budaya dan lingkungan hidup secara aktif
c.       Kompetensi ISBD sebagai MBB
        Standard kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa meliputi : berfikir kritis, kreatif, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis estetis, dan memiliki apresiasi.
d.      Metodoligi pembelajaran ISBD sebagai MBB
        Sebagai kelompok MBB, ISBD harus diajarkan dengan metode sebagai berikut :
1.      Proses pembelajaran diselengarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
2.      Pembelajaran yang diselengarakan merupakan proses yang mendidik, yang didalamnya terjadi pembahasan kritis, analitis, induktif, dan reflektif.
3.      Pelajaran yang diselengarakan dalam bentuk aktivasi proses pembelajaran seperti kuliah tatap muka, ceramah, dialog (diskusi) interaktif, studi kasus, dan penugasan mandiri.
4.      Pembelajaran yang meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran kehihupan bermasyarakat yang merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis dalam masyarakat global
2.      ISBD Sebagai Program Pendidikan Umum
      Bahwa proses pendidikan kedewasaan ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal.
           Menurut Phenix (1964:6), terdapat enem pola esensial bagi segenap mahasiswa dalam proses pembelajaran diperguruan tinggi, yaitu:
a.       Makna  symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
b.      Makna empiris, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda
c.       Makna esthetics, yitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
d.      Makna ethics, yaitu kemampua memaknai baik dan buruk
e.       Makna synoetics, yaitu kemampuan berfikir logis, rasional, sehingga dapat memaknai benar dan salah
f.       Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat.
        Karena mendidik kepala, hati, dan tanggan secara terintegrasi”. Sasaran yang disentuh dalam general education adalah tiga potensi utama yaitu: akal, hati, dan tingkah lakunya. Di Amerika serikat, konsep general education diadakan dengan dilatarbelangi oleh alasan berikut (dalam laporan lima puluh tahun dari Nation society for the study of education tahun 1985).
a.       Sebagai reaksi terhadap sosialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah “mendawakan” hasil-hasil ternyata yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nila-nilai esensial kemanusiaanya.
b.      Sebagai reaksi terhadap kepincangann penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas.
c.       Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kirikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa.
d.      Sebagai reaksi terhadap formalism dan pendidikan liberal
   Untuk tingkat perguruan tinggi dusebut  dengan kelompok dasar mata kuliah umum, (MKDU), yaitu sekelompok mata kuliah yang menberikan landasan ilmu umu dan landasan ilmun karakter dalam pengembangan dunia spesialisnya masing-masing.
   Program pendidikan umum di Inonesia bertujuan antara lain sebagai berikut :
a.       Untuk memperluas cakrawala, perhatian, dan pengetahuan para mahasiswa sehingga tidak terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal masing-masing.
b.      Membantu mahasiswa menemukan diri sendiri dan menempatkan diri pada perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang sedang berlangsung.
c.       Menghadapi mahasiswa dengan masalah-masalah susila serta masalah yang diwujudkan kenyataan-kenyataan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
        Dalam hal ini, kemampuan personal yang harus dimiliki mahasiswa adalah  berkaitan denga kemampuan mereka untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat yang tidak terpisah dari masyarakat itu sendiri.
        Selain kemampuan personal, ISBD sebagai program pendidikan umum agar mengharapkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki 2 kemampuan lain, yaitu:
a.       Kemampuan nakademik, meliputi:
1.      Mahasiswa mampu berkomunikasi secara ilmiah
2.      Mahasiswa mampu menguasai peralatan analisis
3.      Mahasiswa mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis dalam merumuskan dan menyelesaikan masalah.
b.      Kemampuan profesional yaitu, kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli dari mahasiswa yang bersangkutan (tergantung dari jurusan/program studi yang diambil oleh mahasiswa.

C.    ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA
            Masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, selanjutnya memberikan alternatif pemecahan atas masalah tersebut. Artinya, berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari kajian ISBD, sebuah ilmu secara mandiri tidak cukup untuk mengkaji sebuah masalah kemasyarakatan. Ilmu tersebut membutuhkan solusi atau pemecahan masalah dari ilmu lainya. Tujuanya agar pendekatan sosial dan budaya dapat dipertimbangkan dalam rangka mencari alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat.





























BAB II
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

A.    HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
1.      Hakikat manusia
      Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Yaitu untuk memilih nama yang baik dan nama yang tidak baik, nama yang merupakan hak dan nama yang merupakan kewajiban, sehingga terbentuk norma-norma dalam masyarakat.
      Jika pembicara mengarah ke hakikat, maka berbicara mengenai hakikat menusia berarti berbicara mengenain upaya manusia untuk mengenal dan mencari tau siapa dirinya sesungguhnya. Manusia ini dapat digambarkan dalam contoh peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
a.       Nabi Ibrahim dan Nabi Musa dalam rangka mencari Tuhan (proses pencarian siapa yang menciptakan dirinya).
b.      Plato yang selalu bertanya “siapa diriku?” (proses pencarian siapa dirinya sesungguhnya).
c.       Manusia sering bertanya: “Siapa saya sebenarnya?” dan manakah saya yang sesungguhnya?” ( proses pencarian jati diri).
  Ahli ilmu ekonomi mendefenisikan manusia mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitung kan setiap kegiata (homo economicus).
a.       Manusia sebagai homo economicus, yaitu manusia merupakan mahluk ekonomi  yang cenderung tidak pernah merasa puasa dengan apa yang diperolehnya dan selalu berusaha secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhanya (self interest).
b.      Manusia sebagai homo socius, yaitu mahluk yang ingin selalu berinteraksi dengan sesama/bergaul.
c.       Manusia sebagai homo homini lupus, yaitu manusia menjadi serigala bagi manusia lainya (maksudnya manusia merugikan/membuat kelicikan atau kejahatan terhadap manusia lainya ).
d.      Manusia sebagai homo faber, yaitu manusia sebagai mahluk bekerja yang mewujudkan dirinya dengan bekerja, yakni beraktivitas untuk kemajuan hidupnya.
e.       Manusia sebagai zoon policition, yaitu manusia adalah mahluk sosial atau mahluk yang selalu ingin bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri, sehungga membutuhkan keberadaan dan kehadiran mnusia lainya.
  Manusia memiliki daya indra (panca indra) dan daya rasa. Panca indra adalah alat penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/ dunia luar. Sedangkan untuk daya rasa dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.       Perasaan inderawi yang berkaitan dengan rangsangan  yang diterima oleh panca indra. Perasaan ini terdapat pada manusia dan hewan, misalnya: panas, dingin, sakit, birahi, dan sebagainya.
b.      Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya ada pada manusia. Perasaan rohani ini terbagi menjadi 6 macam:
1.      Perasaan intelektual
Perasaan intelektual berkenaan dengan pengetahuan, dimana seseorang akan merasa puas/ senang apabila mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.
2.      Perasaan estetis
Perasaan estetis adalah perasaan yang berkenaan dengan keindahan, dimana seseorang akan senang melihat/mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul rasa kesal apabila sesuatu itu tidak indah.
3.      Perasaan etis
Perasaan etis berkaitan dengan kebaikan, dimana seseorang akan senang apabila diperlakukan baik atau berbuat suatu kebaikan, sebaliknya timbul rasa benci jika diperlakukan tidak baik atau timbul perasaan bersalah jika berbuat yang tidak baik.
4.      Perasaan diri
Perasaan diri kerbakaan dengan harga diri karna ada kelebihan yang dimiliki jika dibandingkan dengan manusia lainya. Apabila dirinya memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa bangga, bahkanmungkin  akan menimbulkan rasa “ego”, dimana ia akan merasa tinggi, angkuh dan sombong.
5.      Perasaan sosial
Dimana seseorang ikut merasakan kehidupan atau apa yang dirasakan oleh orang lain.
6.      Perasaan religious
Perasaan religius berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
     Keterkaitan dengan lingkungan terlihat dalam kehiupan sosial dan tinglah laku etisnya. Misalnya,  manusia menciptakan mesin traktor untuk mempermudah pekerjaannya dalam membajak sawah (dalam hal ini, mesin diciptakan untuk memanfaatkan  kondisi /keadaan lingkungan).
     Soren Kierkegaard, seorang filsuf dari denmakrk, pelopor ajaran “eksistensialisme” yang menempatkan manusia sebagai subjek sekali gus objek, tanpa pemisahan (Mullen, 1981:160). Seperti eksistensialisme lainya, semisal Fyodor  Mikhailovich Dostoyevsky (1821-1883), dan Nikolai Alexandrovich Berdyaev (1874-1948) dari rusia, serta Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844-1900), Karl Theodor Jaspers (1883-1969),  Jean paul Sartre (1905-1980) dari jerman – menekankan kebebasan dan tanggung  jawab sebagai hakikat dasar manusi.
a.       Kesedihan dan penderitaan adalah kondisi yang diperlukan dan harus dialami. Ketika seseorang “berpura – pura” memilih sesuatu dimana hampir tidak ada kesedihan dan penderitaan.
b.      Setiap manusia pasti berpendapat dengan hal yang tak dapat dihindari, berupa penderitaan, kecemasan, sikap apatis, atau rasa takut.
c.       Seseorang harus memiliki hasrat, karna jika tidak memiliki hasrat, maka manusia yang tidak bersangkutan tidak akan bisa eksis.
     Ketiga hal tersebut merupakan hakikat manusia, dimana manusia pada hakikatnya tidak akan bisa dilepaslkan dari kesenangan dan penderitaan, kesadaran, hasrat, rasa takut, dan lain sebagainya. Pengakuan terhadap eksistensi seseorang juga membuat orang lain tidak akan “meniadakan” keberadaan orang tersebut.
     Singkatnya, nilai eksistensialis memiliki sumber yang sama, dan identifikasi karakter yang sama. Sumbernya adalah kesadaran penderitaan yang melekat dalam diri manusia, sehingga ia harus mempertahankan eksistensinya.
Selanjutnya, Kierkegaard mengemukakan tentang stadium hidup manusia yang dibagi dalam tiga tingkat, yaitu:
a.       Stadium estetis
Orang yang berpikir tanpa gerak, memikirkan segala sesuatu, tapi ia sendiri ada diluar yang dipikirkan itu
b.      Stadium etis
Orang yang berpikir memusatkan kedalam dirinya, tak ada soal lain baginya dari pada kesalahan atau kedosaanya sendiri.
c.       Stadium religius
Yaitu Tuhan yang kongkret dan sungguh ada. Minatnya tidak lagi ada pada diri sendiri,.
     Manusia juga dapat menemukan jawaban atas pertanyaan mengenai atas hakikat dirinya, misalnya, pertanyaan “siapa aku?” jawabanya adalah: “aku adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”,  dan jawaban atas pertanyaan lainya.
2.      Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya
      Artinya, manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan. Makhlik Tuhan didunia (bumi) terbagi menjadi empat macam dan memiliki sifat yang berbeda-beda, yaitu:
a.       Alam: memiliki sifat wujud
b.      Tumbuhan: memiliki sifat wujud dan hidup
c.       Binatang: memiliki sifat wujud, hidup, dan dibekali nafsu
d.      Manusia: memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu, serta akal budi.
     Akal budi merupakan peberian Tuhan dan sekalgus  potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Akal merupakan kemampuan berfikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
  Abram Maslow, seorang ahli psikologi, berpendapat bahwa kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi lima tingkat, yaitu :
a.    Kebutuhan fisiologis
Merupakan kebutuhan dasar, primer, dan vital, kebutuhan ini menyangkut fungsi-fungsi biologis dasar dari organisme manusia, seperti, makanan, pakaian, tempat tinggal, sembuh dari sakit, kebutuhan seks, dan sebagainya.
b.      Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (safety and security needs)
c.    Kebutuhan sosial
Meliputi, kebutuhan akan cinta, sebagai pribadi, sebagai anggota kelompok, rasa setia kawan, kerja sama, kelaparan, perlakuan tidak adil, dan sebagainya.
d.   Kebutuhan akan penghargaan
Kebutuhan manusia untuk dihargai, kemampuanya, dihargai kedudukanya, jabatan, status, pangkat dan sebagainya.
e.    Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization).
Merupakan kebutuhan memaksimalkan pengunaan potensi-potensi, kemampuan, bakat, kreativitas, ekspresi diri, dan sebagainya.
     Menurut Maslow, kebutuhan manusia diawali dari kebutuhan fisiologis atau kebutuhan yang paling mendesak. Kebutuhan manusia dapat terpenuhi karna manusia menggunakan daya kerja otaknya. Artinya, kecakapan menggunakan otaknya ini menjadi faktor terpenting yang menyebabkab kemajuan dan perluasan hasil-hasil ciptaan manusia, sebagai insan yang berbudaya dan memiliki akal pikirannya juga. Itulah manusia disebut “zoon politicon” yang artinya makhluk yang hidup berkelompok (social). Hal ini disebabkan karna manusia tidak sekedar homo, tapi human (manusia yang manusiawi). Oleh sebab itu, kebudayaan dapat dikatakan sebagai akal budi manusia dalam interaksinya, baik interaksi dengan alam maupun interaksi dengan manusia lainya.
     Contoh: manusia menciptakan pola perilaku (normal) yang akan dilaksanakan untuk ketertiban hidup bermasyarakat.
a.    Segi kebendaan, yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba.
b.    Segi kerohanian, terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun secara teratur. Keduanya tidak bisa diraba.
     Manusia yang budayanya juga mampu beradaptasi dengan budaya yang dianut oleh manusia pendukung budaya lain yang sama sekali berbeda dengan kebudayaanya.

B.     APRESIASI TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
1.      Apresiasi terhadap kemanusiaan
      Istilah menusia adalah istilah yang konkret, yaitu homo, sedangkan istilah kemanusiaan adalah istilah yang abstra, yaitu human. Kemanusiaan berarti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi mertabatnya dan petut diberi untuk apresiasi (penghargaan). Manusia memiliki harta dan derajat yang tinggi jika dibandingkan dengan makhluk lainya.
2.      Apresiasi terhadap kebudayaan
      Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi dan akal) sehingga diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal.
Berikut defenisi kebudayaan dari beberapa orang ahli:
a.       Gazalba (dalam Habib Mustopo, 1983:85)
Mengatakan cara berpikir dan cara merasa
b.      Keesing (1989:68)
Himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.
c.       Soerjono Soekanto (2003:173)
Budaya terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, dan pola pikir, merasakan dan bertindak.
d.      Koentjaraningrat (1994:173)
     Sementara itu, Selo Soemardjan dan SoelaemanSoemardi (1964:113) mengusulkan defenisi kebudayaan sebagai semua hasil karya rasa dan cipta masyarakat.
     Harsojo mengemukakan pokok-pokok kebudayaan sebagai berikut:
a.    Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia itu sangat beranekaragam.
b.    Kebudayaan itu didapat dan diteruskan secara sosial dengan pelajaran.
c.    Kebudayaan terjabarkan dari komponen biologis, psikologis dan sosiologis dari eksistensi manusia.
d.   Kebudayaan itu berstruktur
e.    Kebudayaan itu terbagi dalam beberapa aspek
f.     Kebudayaan itu dinamis
g.    Nilai dalam kebudayaan itu bersifat relative
            Menurut J.Herkovits (Ahmad Fauzan, 2005:29) memendang kebudayaan sebagai suatu yang superorganic,karna kedudayaan yang turun temurun dari satu generasi kegenerasi selanjutnya  terus dan tetap hidup.
     J.J Hoeningman menbagi wujud kebudayaan menjadi 3, yaitu (dalam Herimanto dan Winarno).
a.    Gagasan (wujud ideal yang bersifat abstrak), meliputi: ide, gagasan, nilai, norma, dan peraturan, dan sebagainya.
b.    Aktivitas (tindakan), yaitu tindakan yang berpola dari manusia dalam masyarakat yang berdasarkan adat tata kelakuan.
c.    Artefak/benda  (karya yang berwujud atau konkret), yaitu wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan semua karya manusia dalam masyarakat yang berupa benda yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.
     Menurut J.J Hoeningman diatas dalam kenyataan kehidupan masyarakat terpisah satu sama lain. Kebudayaan yang berwujud gagasan yang berupa ide dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia.
     C.Kluckholn dalam karyanya yang berjudul “Universal Categories of Culture” (1953) mengemukakan bahwa ada 7 unsur kebudayaan, yaitu:
a.    Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi). Unsur kebudayaan ini merupakan produk manusia sebagai homo faber. Dengan alat-alat ciptaanya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhanya dari pada binatang.
b.    Sistem mata pencarian hidup dan system ekonomi
System mata pencarian ini berfokus pada masala-masalah pencarian tradisional saja, diantaranya: berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam diladang, dan menangkap ikan.
c.    Sistem kemasyarakatan/ kekerabatan atau organisasi sosial.
        Unsure ini merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah dan tidak bisa hidup sendiri, namun manusia memiliki akal, maka dengan akal ini manusia berupaya untuk menyusun organisasi kemasyarakatan atau kekerabatan.
        System kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes (1970) mengemukakan bahwa system kekerabatan suatu masyarakat dapat digunakan untuk mengambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.
d.   Bahasa
Dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain.
e.    Kesenian
Unsure ini merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. System pengetahuan
Unsure ini merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
f.     Sistem religi
Unsure ini merupakan produk manusia sebagai homo religious.
C.    ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1.      Etika Dalam Berbudaya
      Etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang artinya ajaran tentang yang baik dan buruk.Selanjutnya, Sidi Gazalba (1973) menyatakan bahwa etika sebagai teori tentang tingkah laku, perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Menurut Saloman (1988), etika dapat dikelompokan menjadi 2 definisi, yaitu:
a.    Etika merupakan karekter individu, dalam hal ini termaksud bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik.
b.    Etika merupakan hukum sosial. 
2.      Estetika Dalam Berbudaya
      Kata estetika dikutif dari bahasa Yunani, yaitu aisthetikos atau aishttanomai yang berarti mengamati dengan indra (Kallerman,1997:18). Pengertian tersebut berkaitan dengan istilah aestheis yang berarti pengamatan. Sesuatu yang estetik berarti memenuhi unsure keindahan (secara estetik murni maupun secara sempit, baik dalam bentuk, warna, garis,kata atau pun nada).

D.    MEMANUSIAKAN MANUSIA
            Memanusiakan manusia berarti  perilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan derajat manusia lainya. Kata – kata “memanusiakan manusia” tidak bisa diartikan secara harfiah, dimana melakukan hal “memanusiakan manusia” bukan berarti sebelumnya kita memperlakukan manusian tidak seperti manusia.
            Contoh perbuatan yang memanusiakan manusia: Jokowi (gubernur DKI Jakarta), yang memindahkan pedagang kaki lima kala menjabat sebagai Walikota Surakarta.


E.     PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
            Artinya kebudayaan yang diciptakan oleh suatu kelompok berbeda dengan kebudayaan yang diciptakan oleh kelompok lainya.
1.      Penetrasi kebudayaan
Penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan kekebudayaan lainya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan 2 cara
a.       Penetrasi damai (penetration pasifique)
Maksudnay sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam ke Indinesia.
Penetrasi kebudayaan secara damai akan menghasilkan
1)      Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.
2)      Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru.
3)      Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berkaitan pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kenudayaan asli.
b.      Penetrasi kekerasan (penetration violante)
        Maksudnya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Kebudayaan yang berbeda dapat menumbulkan problem, yaitu:
1)      Apakah kebudayaan yang masuk itu sesuai dengan kondisi kehidupan sosial masyarakat setempat atau tidak.
2)      Jika penetrasi kebudayaan bersifat memaksa, dikhawatirkan akan menimbulkan konflik dan pertentangan dalam suatu kawasan.

2.      Pewarisan kebudayaan
     Merupakan proses pemindahan, penerusan, pemilikan, dan pekaian kebudayaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan melalui enkulturasi (pembudayaan) dan sosialisasi (pemasyarakatan).
Kebudayaan yang berbeda pendapat menimbulkan problem, yaitu:      
a.       Sesuai atau tidaknya budaya warisan tersebut dengan dinamika masyarakat saat sekarang
b.      Penolakan generasi penerima terhadap kebudayaan tersebut
c.       Munculnya budaya baru yang tidak lagi sesuai dengan budaya warisan.
3.      Perubahan kebudayaan
Perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsure-unsur budaya.
4.      Penyebaran kebudayaan (difusi)
Penyebaran kebudayaan yaitu, proses penyebaran unsure-unsur kebudayaan dari suatu kelompok ke kelompok lain atau suatu masyarakat ke masyarakat lain.














BAB III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

A.    HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAHKLUK SOSIAL
Mahkluk individu dan mahkluk sosial terdiri dari hal-hal berikut ;
1.      Susunan kodrat manusia yang terdiri atas raga dan jiwa
2.      Sifat kodrat terdiri atas mahkluk individu dan sosial
3.      Kedudukan kodrat terdiri atas mahkluk berdiri sendiri dan mahkluk ciptaan tuhan.
Berdasarkan sifat-sifat kodrati yang melekat pada dirinya yang telah ada sejak manusia itu diciptakan.
1.      Manusia Sebagai Mahkluk Individu
            Individu berasal dari bahasa latin, yaitu “individiuum” yang berarti tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dipakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil atau terbatas. Kata individu bukan berarti manusia secara keseluruhan yang tak dapat terbagi, melainkan sebagai kesatuan terbatas, yaitu perseorangan manusia. Manusia sebagai mahkluk individu merupakan pribadi yang terpisah, berbeda dari pribadi yang lainnya.
2.      Manusia Sebagai Mahkluk Sosial
            Mahkluk sosial atau mahkluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan. Artinya, dalam hubungan dengan manusia sebagai mahkluk sosial. Menurut herimanto dan winarno (2010;45), factor yang mendukung manusia selalu hidup masyarakat. Dengan demikian, sejak manusia dilahirkan, ia memiliki dua keinginan pokok, yaitu ;
a.       Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia disekelilingnya
b.      Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan sekelilingnya
            Dalam paham sosialisme ini, hak milik perorangan dibatasi. Sosialisme merupakan reaksi atau sistem liberalisme yang dilahirkan oleh paham individualisme.

3.      Pentingnya Sosialisasi Bagi Manusia Sebagai Mahkluk Individu
            Manusia pasti sangat membutuhkan orang lain (proses sosialisasi) sehingga manusia disebut juga sebagai mahkluk sosial. Proses sosialisasi akan membuka berbagai macam cakrawala pengetahuan yang besar bagi setiap individu. Individu bisa menjadi manusia yang “beradab” dengan bersosialisasi. Seorang anak (isabelle) yang tidak mendapatkan proses sosialisasi dengan manusia lain (karena dikurung/diisolasi bersama ibunya).

B.     PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Manusia sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosial memiliki peranan yang penting, diantaranya menjaga kelestarian alam.
1.      Peranan Manusia Sebagai Mahkluk Individu
Sebagai mahkluk individu, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut;
a.       Mewujudkan harkat dan martabat yang mulia
Pengakuan dan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia inilah yang kemudian melahirkan konsep Hak Asasi Manusia (HAM)
b.      Mengupayakan terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia
Manusia tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang yang bertujuan untuk menindashaknya sebagai manusia.
c.       Merealisasikan segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
Poensi ini harus digali, diasah, dikembangkan, dan diaplikasikan.
d.      Menuntut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan.
2.      Peranan Manusia Sebagai Mahkluk Sosial
a.       Melakukan interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok
Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial. Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan dari manusia lain.
b.      Menciptakan norma yang mengatur kehidupan sosial
Jika manusia tidak mampu berbuat adil dan menjaga harkat serta martabat manusia lainnya, akan tercipta ketidakteraturan.
Norma dibutuhkan untuk menciptakan untuk menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial/bersama. Norma tersebut adalah;
1.           Norma agama
2.           Norma agama adalah norma yang bersumber dari tuhan yang berisi perintah agar dipatuhi dan menjauhi larangannya. Norma gama ada dalam ajaran-ajaran agama dan tertulis dalam kitab suci (Al-Qur’an bagi umat islam, Injil bagi umat Kristiani, dan lain sebgainya).
3.           Norma kesusilaan atau moral
Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi keburukan.
4.           Norma kesopanan atau adat
Norma kesopanan adalah norma yang bersumber dari masyarakat dan berlaku terbatas pada lingkungan masyarakat. Yang bersangkutan (belum tentu atau bahkan mungkin tidak akan berlaku pada lingkungan masyarakat yang lain).
5.           Norma hukum
Norma hukum adalah norma yang dibuat mastarakat atau negara-negara secara resmi.
c.       Mengupayakan terlaksananya kewajiban
        Muncul hak-hak dasar manusia sebagai manusia yang bebas, maka dalam dimensi sosial, kewajiban manusia sebagai dasar untuk menghargai hak orang lain serta mentaati norma yang berlaku dlam masyarakat.

C.    DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL
Adapun bentuk interaksi sosial adalah sebagai berikut;
1.      Asosiatif, yaitu proses interaksi yang mengarah pada persatuan, meliputi;
a.       Akomodasi
Merupakan proses penyesuain dimana orang-orang atau kelompok yang sedng bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut.
b.      Kerja sama
Merupakan bentuk interaksi sosial dimana orang-orang atau kelompok bekerja sama atau saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.
c.       Asimilasi
Merupakan perpaduan antara dua kebudayaan yang menhasilkan kebudayaan baru sehingga menghilangkan kebudayaan lama atau kebudayaan yang telah ada sebelumnya.
d.      Akulturasi
Merupakan perpaduan antara kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan baru, tetapi tidak menghilangkan kebudayaan lama.
2.      Disasosiatif, yaitu proses interaksi yang mengarah pada perpecahan, meliputi;
a.       Persaingan
b.      Pertikaian
c.       Kontropersi
        Artinya, interaksi ssosial hanya dapat berlangsung antara pihak apabila terjadi interaksi dari salah satu pihak atau kedua belah pihak. Adapun cirri-ciri sebuah interaksi sosial adalah sebagai berikut (Loomis dan Dyer, 1976);
1)      Pelaku lebih dari satu orang
2)      Adanya komunikasi melalui kontak sosial
3)      Memiliki maksud dan tujuan dengan yang diperkirakan sipelaku
4)      Ada dimensi waktu yang akan menetukan sikap aksi yang sedang berlansung.
Apa yang dimaksud dengan kontak sosial dan komunikasi ?
1)      Kontak sosial
      Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi meliputi interaksi atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain atau menyentuhnya.
Sifat-sifat kontak sosial sebagai berikut;
a)      Kontak sosial dapat bersifat positif atau negative.
b)      Kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder.
2)      Komunikasi
      Merupakan proses memberikan tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan, gerak atau sikaf, atau perasaan-perasaan yang diingin disampaikan orang tersebut.



D.    DILEMA ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT
            Dalam kehidupan bermasyarakat, pasti akan terjadi permasalahan/dilemma antara melakukan perkembangan individu dengan kepentingan masyarakat. Individualisme merupakan satu faham yang memiliki pandangan bahwa manusia adalah mahkluk yang merdeka dan bebas. Oleh karena itu, pandangan individualisme ini melawan segala pendapat yang menempatkan tujuan suatu kelompok lebih pentingdari tujuan individu. Ideology liberalisme yaitu sebuah ideologi yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah hal yang paling utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas,dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Ideologi liberalisme mengembangkan prinsip;
1.      Penjamin hak milik perorangan
2.      Mementingkan diri sendiri atau kepentingan individu yang bersangkutan
3.      Pemberian kebebasan penuh pada individu
4.      Persaingan bebas untuk mencapai kepentingannya masing-masing
            Sementara itu, sosialisme merupakan suatu pandangan yang berpendapat bahwa kepentingan masyarakat yang harus diutamakan. Pandangan faham individualisme berpendapat bahwa kebebasan individu bisa menimbulkan kesenjangan.







BAB IV
MANUSIA DAN PERADABAN

A.    HAKIKAT PERADABAN
            Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat dan manusia. Peradaban merupakan bagian atau unsure dari kebudayaan yang indah, misalnya kesenian, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Berikut definisi peradaban menurut para ahli;
1.      Samuel P. Huntington (2001) mendefenisikan peradaban sebagai (pengelompokan sosial tertinggi dalam sebuah masyarakat dan identitas budaya yang dimiliki masyarakat tersebut membedakannya dengan kelompok masyarakat lainnya).
2.      Fairchild (1977) menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang mencapai tingkat tertentu.
3.      Kontjraningrat (1990;182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsure kebudayaan yang luas, maju dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
   Peradaban memiliki hubungan yang erat dengan “budaya’ atau “kebudayaan”. Intinya, istilah peradaban sering digunakan untuk menyebutkan “kerumitan”atau “kompleksitas” serta keunggulan dari sebuah kebudayaan dalam sebuah masyarakat atau kelompok tertentu. Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga factor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga factor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi dan ilmu pengetahuan. Jika ketiga factor ini telah dimiliki oleh sebuah masyarakat, maka masyarakat yang bersangkutan dapat dikatakan memiliki peradaban yang tinggi.
B.     MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB
            Manusia adalah manusia yang berada sehingga mampu menciptakan peradaban. Manusia selain sebagai makhluk individu juga disebut sebagai makhluk sosial. Apabila dikaji masyarakat dinegara-negara meju yang sudah dikatakan  sebagai masyarakat madani, maka sudah memenuhi hal seperti berikut:
1.      Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, kelompok dalam masyarakat.
2.      Berkembangnya modal manusia
3.      Tidak adanya deskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan.
4.      Adanya hak, kemampuan, dan kesempatan, bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya untuk terlibat dalam berbagai forum  dimana isu-isu kepentingan bersama dan kewajiban publik dapat dikembangkan.
5.      Saling menghargai peradaban antara budaya dan memiliki rasa saling percaya.
6.      Sistem pemerintah yang memingkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sisoal berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.

C.    EVOLUSI BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
1.      Evolusi budaya
     Adanya kebudayaan bermula dari kemampuan akan budi daya manusia dalam menangapi, merespon, dan mengatasi tantangan alam dan lingkungan dalam upaya mencapai kebutuhan hidupnya. Evolusi budaya merupakan gejala umum yang terjdi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Selain itu evolusi juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan alam, lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain.
Masa dalam kehidupan manusia mengalami evolusi dalam 2 kali periode:
a.       Masa prasejarah (masa sebelum manusia mengenal tulisan)
Adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa dimana cacatan sejarah yang tertulis belum tersedia.
b.      Masa sejarah (masa setelah manusia mengenal tulisan)
Masa sejarah bermula adanya catatan tertulis untuk dijadikan bahan rujukan.
        Berdasarkan periode masa diatas, dapat disimpulkan bahwa peradaban antara periode pra sejarah dan periode sejarah adalah pada masa sejarah manusia belum mengenal tulisan, sementara pada periode sejarah, manusia sudah mengenal tulisan. Terbukti pada masa prasejarah telah ditemukan beberapa hasil budaya manusia yang revolusioner, yaitu:
a.       Penemuan rodan untuk transportasi .
Digunakan untuk mengangkat barang berat diatas batang pohon. Batang kayu ini lah yang disebut dengan “roda”.
b.      Bahasa
Merupakan “suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain. Pendapat lain menyatakan bahwa periode peradaban manusia dibagi dua, yaitu zaman batu dan zaman logam.
1)      Zaman batu
Zaman batu terjadi sebelum zaman logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama disebut dari batu disamping kayu dan tulang.
a)    Paleolitik (Zaman batu tua)
Zaman paleolitik adalah zaman yang bermula mula kira-kira 50.000 hingga 100.000 tahun dahulu.


b)   Mesolitik (zama batu muda)
Merupakan suatu periode dalam perkembangan peradaban manusia, antara zamanpaleolitik atau zaman batu tua dan Neolitik atau zaman batu muda.
c)      Neolitik (zaman batu muda)
Merupakan zaman perkembangan teknologi dari penggunaan batu menuju ke tembikar.
d)     Megalitik (zaman batu besar)
Pada zaman ini menusia sudah dapat membuat dan menungalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.
2)      Zaman logam
      Pada zaman ini orang-orang suda bisa membuat alat-alat dari logam disamping alat-alat dari batu-batu besar. Tekhnik pencetakan ini juga terdiri dari 2 macam yaitu, cetakan tanah liat dan lilin.
a)      Era tembaga
Pada era ini manusia sudah bisa mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3:10 sehingga diperoleh logam-logam yang keras.
b)      Era perunggu
Zaman perunggu merupakan bagia dari sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah zaman Neolitikum dibeberapa wilayah didunia.
c)      Zaman besi
Zaman besi adalah periode terakhir dalam sistem tiga zaman untuk mengklasifikasi masyarakat pra sejarah, yang didahului zaman perunggu.


D.    DINAMIKA PERADABAN GLOBAL
            Toffler (1981) menyatakan bahwa gejala-gejala perubahan dan pembaharuan peradaban masyarakat itu terjadi akibat majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh tantangan alam dan respons manusia (penerapan teknologi) untuk mengatasi tantangan alam itu adalah:
1.      Daerah yang tandus dan kering disikapi dengan menerapkan sistem pertanian dengan menggunakan sistem pot bertingkat (vertikultur)
2.      Daerah rawan gempa disikapi dengan membuat rumah yang anti gempa, dan alain sebagainya.
Peradabam manusia hingga saat ini telah mengalami 3 gelombang, yaitu:
1.      Gelombang I, peradaban pertanian (800m-1500m)
Gelombang perubahan dari meramu menjadi budaya cocok tanam (peradaban pertanian) yang diknal dengan “revolusi hijau” kehidupan yang semula nomaden (berpindah-pindah)menjadi menetap.
2.      Gelombang II, (peradaban teknologi industry (1500m-1970m)
Peradaban ini muncul akibat penemuan dan ciptaan manusia dalam bidang industry, khususnya setekah nmenjadi revolusi  industrui di Inggris dan Perancis.
3.        Gelombang III, peradaban informasi (1970m-sekarang)
Perkembangan IPTEK sangat berpengaruh terhadap perkembangan dalam bidang elektronik.

E.     PROBLEMATIKA  PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
1.      Peradaban Global Menciptakan Globalisasi
      Evolusi kebudayaan berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya atau akal pikiran manusia dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kemampuan intelektual manusianya untuk mengantisipasi tantangan. Globalisasi merupakan suatu proses sosial atau suatu proses sejarah atau proses ilmiah yang membawa seluruh bangsa dan negara didunia makin terikat satu sama lain.
2.      Problematika Peradaban Global (Era Globalisasi)
      Beberapa problem dari kemajuan teknologi (peradaban Global) ini bagi manusia dalam kehidupan bangsa dan bernegara adalah:
a.       Dengan semakin cepatnya kemajuan teknologi dan ditopang oleh sosial yang kuat membuat teknologi menjadi pengarah kehidu[an manusia.
b.      Ideologi liberal yang berasal barat akan semakin kokoh mencengkram dunia dan mau tidak mau akan diterima oleh negara-negar lain.
c.       Sistem kapitalisme dan pasar bebas juga akan menjadi sistem perekonomian dunia.
d.      Eksploitasi terhadap alam dan sumber daya lainya akan semakin memuncak akibat tingkat kebutuhan yang semakin lama semakin banyak.
e.       Terjadi dehumanisasi, dimana manusia tidak akan dihargai.
3.      Sikap Beberapa Negara Terhadap Peradaban Global
      Dalam menghadapi peradabaqn Global ini, bangsa-bangsa didunia memberi respon atau tanggapan yang berbeda-beda. Mereka manerima peradaban Global tetapi cukup selektif dalam memilih mana yang boleh masuk kenegaranya dan mana yang tidak boleh.









BAB V
MANUSIA, KERAGAMAN, DAN KESETARAAN

A.    HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA
1.      Makna Keragaman Manusia
      Keragaman berasal dari kata ragam yang berarti “mavam, jenis; warna, corak”. Berdasarkan kamus bahasa indinesia /KBBI (2008), ragam berarti;
a.       Sikap, tingkah laku
b.      Macam, jenis
c.       Music, lagu, langgam.
d.      Warna, corak
e.       Laras (tata bahasa)
Keragaman maksudnya bahwa tiap manusia itu memiliki perbedaan. Perbedaan ini disebabkan karna manusia memiliki cirri khas tersendiri sebagai makhluk individu, seperti ciri fisik, sikap, watak, kelakuan, temperamental, dan hasrat.
Pada prinsipmya, ada tiga macam istilah yang digunakan untuk mengambarkan masyarakat yang beragam yang terdiri dari ras, agama, bahasa dan budaya yang berbeda, yaitu:
1.      Masyarakat plural
Masyarakat plural adalah masyarakat yang tedirri dari lebih dari satu golongan/kelompok (many)
2.      Masyarakat majemuk
Keberagaman yang lebih dari satu memang berbeda-beda, bermacam-macam, dan bahkan tidak dapat disamakan 
3.      Masyarakat multicultural
Adanya keragaman dan kesediaan anggota masyarakat untuk menerima keragaman (kelompok lain dianggap sama)


2.      Makna kesetaraan manusia
      Dengan demikian, kesetaraan atau kesederajatan menunjukan adanya tingkat yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau lebih rendah antara satu sama lain. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa keragaman yang ada tidak membuat manusia menjadi tidak sederajat atau tidak setara, akan tetapi manusia tetap setara atau sederajat dengan manusia  lainya walaupun memiliki perbedaan.

B.     KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
            Majemuk berarti “banyak ragam, beraneka, berjenis.” Cirri utama masyarakat majemuk adalah : “hidup berkelompok yangt berdanpingan secara fisik, tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan bergabung dalam sebuah satuan politik.”
            Secara horizontal, masyarakat majemuik dikolompokan berdasarkan:
1.      Etnik dan ras asal usul keturunan
2.      Bahasa daerah
3.      Adat istiadat dan perilaku
4.      Agama
5.      Pakaian, makanan, dan budaya matrial lainnya.
           Sementara itu secar vertikal masyarakat majemuk dikelompokan berdasarkan:
1.      Penghasilan atau ekonomi
2.      Pendidikan
3.      Pemukiman
4.      Pekerjaan
5.      Kedudukan sosial politik
           Di Indonesia sendiri, sebagain sebuah negara yang majemuk, kemajemukan masyarakat Indonesia itu berdasarkan atas unsur ras dan etnik.
1.      Ras
     Suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengategorikan manusia dalam populasi atau kelompok  besar dan berdiri melalui cirri fenotipe, asal-usul geografis, tampang  jasmani dan kesukaan yang diwarisi.
2.      Ras kaukasoid
Merupakan angota kelompom berkulit putih , namun, anggapan seperti itu tidak selalu benar.
3.      Mongoloid
Merupakan ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara  dan sebagainya.
4.      Negroid
Ras manusia yang yang teru tama mendiami benua Afrika disebelah selatan gurun sahara. Cirri khas utama Negroid ini ialah kulit yang bewarna hitam dan rambut keriting.
5.      Australoid
     Nama ras manusia yang mendiami bagia selatan India, Srilanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia, dan Australia. Sebelum ras mongoloid tiba di Nusantara, ras Australoid merupakan ras dominan yang tersebar diseluruh pulau, sampai terdesak kebagian Timur Nusantara. Cirri khas utama Australoid ialah berambut kariting hitam dan berkulit hitam.
6.      Melanesia
Nama ras manusia yang mendiami wilayah yang memanjang dari pasifik barat sampai ke laut Arafura, Utara dan Timur laut Australia. Ciri-ciri khusus mereka ialah berkulit hitam dan berambut keriting.
Pada dasarmya, pengelompokan ras diatas dibedakan dengan melihat pada cirri-ciri berikut:
a.       Ciri alamiah rambut pada badan, meliputi: warna alami rambut, bentuk rambut, (lirus, ikal, atau keriting), kumis, dan iris mata.
b.      Bentuk lipatan penutup mata, meliputi sipt, atau besar.
c.        Bentuk hidung, meliputi: pesek atau mancung, besat atau kecil
d.      Bentuk bibir, meliputi tebal atau tipis.
e.       Bentuk kepala dan muka, meliputu: bulat, lonjong atau oval.
f.       Ukiran tinggi badan, meliputi: renda, sedang atau tinggi.

C.    KEMAJEMUKAN DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA BANGSA
1.    Kemajemukan sebagai kekayaan Bangsa Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik ernik, agama, ras, golongan, tingkat ekonomi, hingga gender.
2.    Kesetaraan sosial Warga Bangsa Indonesia
Memiliki kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban yang bdijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

D.    PROBLEMA KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN
1.      Problema Keragaman dan Solusinya
Menyatakan bahwa masyarakat majemuk selalu memiliki sifat dasar:
a.    Terjadinya segmentasi kedalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan yang berbeda.
b.    Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer.
c.    Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.
d.   Secara relatif, sering kali terjadi konflik antara kelompok satu dengan lainnya.
e.    Secara relatif, intregrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan didalam bidang ekonomi.
f.     Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok lain.
Ada beberapa hal (solusi) yang dapat dilakukan yaitu:
a.       Integrasi berdasarkan sukarela bukan paksaan
b.      Meningkatkan semangat religius, semangat nasionalisme, semangat pluralism, semangat humanism, dan dialog antar umat beragama
c.       Jalin komunikasi antar budaya daerah
d.      Melakukan integrasi
2.      Problema Kesetaraaan Serta Solusinya
Pada kesetaraan jika dibiarkan akan membuat harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang mulia menjadi hilang. Solusi untuk mengatasi problem ini antara lain:
a.       Perlindungan dan penegakan HAM, baik oleh pemerinta dalam negara ataupun oleh kelompok individu terhadap individu lainya. Artinya, HAM harus dihargai, dihormati, dijunjung tinggi oleh siapapun dan tidak boleh dirampas oleh siapa pun juga.
b.      Penghapusan segala bentuk deskriminasi, seperti deskriminasi terhadap perempuan.
c.       Semua orang dianggap sama, tanpa membedakan faktor primordial, ras dan lain sebagainya. Kepemilikan SBKRI adalah salah satu syarat yang dipenuhi seseorang untuk mengurus berbagai keperluan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), memasuki dunia pendidikan, permohonan paspor, pendaftaran pemilihan umum, sampai menikah dan meningal dunian dan lain-lain.




BAB VI
MANUSIA, NILAI, MORAL DAN HUKUM

A.    HAKIKAT, FUNGSI, DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL, DAN HUKUM
1.      Hakikat, Fungsi, dan Perwujudan Nilai
            Pada hakikatnya, nilai berkaitan dengan anggapan terhadap baik dan buruk atau pantas dan tidak pantas. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Terdapat pengertian nilai menurut para ahli, antara lain ;
a.       Allport (dalam Rokeach, 1973 ) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kenyakinan yang melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya.
b.      Kimball young (dalam Agung S.S Raharjo, 2009) mengemukakan bahwa nilai adalah asumsi yang anstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.
c.       A.W. Green (dalam Vincentius Satu, 2009) menyatakan bahwa nilai adalah kesadaran yang secara relative berlansung disertai emosi terhadap objek.
Sesuatu dianggap bernilai apabila sesuatu itu memiliki sifat sebagai berikut; Menyenangkan (peasant); berguna (useful ); memuaskan (satisfying); menguntungkan (profitable); menarik (interesting); dan kenyakinan (belief). Artinya, sesuatu itu bernilai apabila menyenangkan bagi manusia, berguna bagi manusia, dapat memuaskan manusia, menarik bagi manusia, dan menimbulkan kenyakinan bagi manusia terhadap nilai dari sesuatu itu. Nilai itu sendiri merupakan kenyakinan yang tergolong  preskriptif  atau proskriptif , yaitu beberapa cara atau akhir tindakan dinilai dan dinyakini sebagai sesuatu yang diinginkan atau tidak diinginkan.


Nilai itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
a.      Nilai itu objektif
b.      Nilai itu subjektif
2.      Hakikat, Fungsi dan Perwujudan Moral
Dalam bahasa latin, moral berasal dari kata “Mores” yang artinya adat kebiasaan. Sementara dalam bahasa yunani, moral adalah “ethos” atau etika yaitu ajaran tentang baik-buruk, yang diterima masyarakat umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban dan sebagainya. Pengertian moral dalam bahasa indonesia adalah ahklak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI,2008).
Moral berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga. Moral diwujudkan melalui pikiran, tutur kata, perilaku yang luhur, dan tata sikap manusia.
3.      Hakikat, Fungsi dan perwujudan Hukum
Pada hakikatnya hukum, merupakan seperangkat aturan dalam masyarakat yang berisi perintah dan larangan yang harus ditaati dan serta adanya sanksi bagi pelanggarnya. Dalam literatur hukum, dikenal dua teori tentang tujuan hukum, yaitu sebagai berikut :
a.       Teori etis;
b.      Teori utilities;

B.     KEADILAN, KETERTIBAN DAN KESEJAHTERAAN
1.      Hakikat keadilan
Keadilan dalan bahasa arab adalah adil yang berarti “tengah”. Artinya, keadilan berarti menempatkan sesuatu ditengah, tidak berat sebelah atau menempatkan sesuatu pada tempatnya.


2.      Hakikat ketertiban
Ketertiban berasal dari kata “tertib’ yang berarti aturan atau peraturan yang baik (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI, 2008). Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat yang berlainan karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai sifat yang tidak sama pula.
3.      Hakikat kesejahteraan
Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki tiga arti, yaiu sebagai berikut:
a.       Dalam istilah umum, sejahtera merujuk pada keadaan yang baik, kondisi manusia dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.
b.      Dalam istilah ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda (materi).
c.       Dalam hubungannya dengan kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjuk kejangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

C.    PROBLEMA NILAI, MORAL, DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
Nilai, moral dan hukum selayaknya dipatuhi untuk menciptakan keadilan, ketertiban dan kesejahteraan.









BAB VII
MANUSIA, SAINS TENOLOGI DAN SENI

A.    HAKIKAT DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI BAGI MANUSIA
1.      Hakikat dan Makna Sains
Sains berasal dari kata scientica (dalam bahasa inggris doisebut dengan knowledge) yang berarti pengetahuan. Berpijak dari hal ini, maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok sebagai berikut:
a.       Berisi pengetahuan (knowledge)
b.      Tersusun secara sistematis
c.       Menggunakan penalaran
d.      Dapat dikontrol secara krotis oleh orang lain
Pengetahuan dapat dikembangkan oleh manusia untuk mencapai ilmu, dalam kajian filsafat, pengetahuan bisa mencapai ilmu jika sudah memenuhi tiga kriteria berikut, yaitu :
a.       Adanya aspek ontologis
b.      Adanya aspek epistomologis
c.       Adanya aspek aksiologi
2.      Hakikat Teknologi
Dalam bahasa yunani, teknologi berasal dari kata “techne” dan “logia”. “techne” berarti seni atau kerajinan, dan logia/logos artinya ilmu.
3.      Hakikat Seni
Seni pada hakikatnya dapat dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. seni juga dapat dikatakan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang megandung unsur keindahan. Akan tetapi, kita harus berhati-hati dalam menggunakan kata seni yang dilekatkan dengan suatu objek.



4.      Aplikasi Sains, Teknologi dan Seni
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) memiliki hubungan yang sangat erat. IPTEKS juga berkaitan dengan upaya manusia untuk mencapai hidup pada taraf  yang lebih baik.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
a.       Manusia sebagai pencipta kebudayaan
b.      Kebudayaan menghasilkan peradaban
c.       Produk peradaban adalah sains, teknologi, dan seni
d.      Produk sains, teknologi, dan seni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia
e.       IPTEKS itu netral tapi tidak semuanya yang bebas nilai (artinya ada yang bebas nilai).

B.     DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
IPTEKS memiliki dampak positif dan negatif. Secara umum, dampak positif dari kemajuan IPTEKS adalah kemudahan-kemudahan dalam beraktivitas. Sementara dampak negatif dari kemajuan IPTEKS adalah dapat mengakibatkan masyarakat menjadi terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa  ternyata dirinya telah berada dalam situasi pola hidup konsumtif,hedonistik, dan materialistik.

C.    PROBLEMA PEMANFATAAN IPTEK DI INDONESIA
Ada empat bidang ilmu pengetahuan dan teknologi strategis yang akan menentukan masa depan dunia, yaitu: Material, Energi, Mikroelektrik, dan Bioteknologi (Rahardi ramelan, dalam Herimanto dan Winarno, 2010:165). Empat bidang ini menghasilkan empat macam teknologi, yaitu ; teknologi bahan, energi, mikroeletronika, dan hayati.
1.      Teknologi bahan; teknologi yang memanfaatkan material, terutama logam seperti besi dan baja untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang menggunakannya.
2.      Teknologi energi; teknologi dengan memanfaatkan sumber-sumber energi, seperti minyak, gas alam, batu bara, tenaga air, geothermal, dan kayu.
3.      Teknologi mikroelektronika (informasi atau informatika); teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi.
4.      Teknologi hayati; teknologi yang berusaha secara sistematis menggunakan serta mengarahkan sistem atau komune biologis, terutama organisme kecil, untuk menghasilan barang atau jasa secara efisien.
Contoh sederhana adalah dengan dikembangkannya sarana transportasi, manusia bisa bergerak dan bisa melakukan mobilisasi dengan cepat.


















BAB VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.    HAKIKAT DAN MAKNA LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Manusia merupakan mahkluk yang cepat beradaptasi dengan lingkungan. Lingkungan merupakan bagian terpenting dan mendasar dari kehidupan manusia.

B.     KUALITAS LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
1.      Lingkungan Dan Kesejahteraan
Lingkungan dapat memberika sumber kehidupan agar manusia menjadi sejahtera. Artinya,  lingkungan hidup menjadi sumber dalam mendukung kehidupan, dan diharapkan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup mnusia.
2.      Penduduk, Lingkungan, dan kesejahteraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan dan kesejahteraan.

C.    PROBLEMATIKA LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT
1.      Problematika Pengelolaan Lingkungan
Perubahan lingkungan banyak terjadi didaerah kota dibandingkan dengan daerah pelosok (pedesaan) dimana penduduknya lebih sedikit dan terkesan :primitif”. Berikut diberikan contoh perubahan lingkungan yang berdampak positif:
a.       Penenbangan pohon untuk dimanfaatkan kayunya dengan menanam kembali pohon untuk menganti yang telah ditebang
b.      Penanaman kembali pohon karena kebakaran untuk daerah resapan air dan mencegah erosi.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup adalah:
a.       Penanaman kembali hutan yang gundul
b.      Pencegahan terhadap buang sampah dan limbah disembarang tempat
c.       Pemberian sanksi ketat terhadap pelaku pencemar lingkungan
d.      Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
e.       Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara, dan lingkungan.
2.      Problematika Lingkungan Sosial Budaya
Selain berinteraksi dengan lingkungan, manusia juga berinteraksi dengan manusia lain.

D.    ISU-ISU PENTING PERSOALAN LINTAS BUDAYA DAN BANGSA
Karena tidak bisa dipungkiri bahwa isu-isu global ini menjadi keprihatinan bagi seluruh umat manusia sedunia. Adapun isu global tersebut antara lain sebagai berikut:
1.      Isu tentang lingkungan
Pada tanggal 15 Juni 1972, faktor terpenting dalam permasalahan lingkungan adalah besarnya populasi manusia (laju prtumbuhan pendduk). Beberapa contoh permasalah lingkungan yang sering terjadi adalah sebagai berikut;
a.       Kekeringan
b.      Banjir
c.       Longsor
d.      Erosi/abrasi pantai
e.       Intrusi air laut
f.       Kebakaran hutan
g.      Pencemaran minyak lepas pantai
h.      Pemanasan global
i.        Penipisan lapisan ozon
j.        Hujan asam
k.      Penuruan keanekaragaman hayati
2.      Isu tentang kemanusiaan
Manusia adalah mahkluk yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan didunia.
a.       Kemiskinan merupakan sebuah isu global yang tidak pernah surut diperbincangkn sampai kapanpun, kemiskinan dalam sebuah negara mayoritas dialami oleh penduduk yang tinggal dipedesaan. Penyebab utama kemiskinan dipedesaan adalah :
1)      Pendidikan yang rendah
2)      Ketimpangan kepemilikan modal dan lahan petanian
3)      Ketidakmerataan investasi disektor pertanian
4)      Alokasi anggaran kredit yang terbatas
5)      Terbatasnya ketersediaan bahan kebutuhan dasar
6)      Pengelolaan ekonomi secara tradisional
7)      Rendahnya produktivitas dan pembentukan modal
8)      Budaya menabung yang belum berkembang
9)      Tidak ada jaminan sosial bagi masyarakat desa
10)  Rendahnya jaminan kesehatan
b.      Perang merupakan salah satu masalah yang menyangkut kemanusiaan.
c.       Wabah penyakit merupakan istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut.





3.      Isu HAM
Berikut merupakan beberapa contoh dari pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak penguasa:
a.       Penindasan dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang
b.      Menghambat dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi
c.       Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi
d.      Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai tiran/otoriter tanpa diikuti/dihadiri rakyat dan oposisi.
e.       Penegak hukun dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan/anarkis terhadap rakyat dan oposisi manapun.


No comments:

Post a Comment