BAB I
PENGANTAR ISBD
A.
HAKIKAT
DAN RUANG LINGKUP ISBD
1.
Hakikat
dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISBD merupakan gabungan
dari ISD dan IBD. Adapun tema pokok dari ISD adalah hubungan timbal balik
antara manusia dengan lingkungan. Objek kajian ISD antara lain sebagai berikut:
a. Berbagai
kenyataan bersama yang merupakan masalah sosial yang dapat ditanggapi melalui
pendekatan sendiri maupun pendekatan antar bidang (interdisipliner)
b. Keanekaragaman
golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing memiliki
kepentingan dan kebutuhan sendiri.
Sementara
ruang lingkup dari kajian ISD itu sendiri adalah sebagai berikut:
a. Individu,
keluarga, dan masyarakat
b. Masyarakat
kota dan desa
c. Masalah
penduduk
d. Pelalpisan
sosial
e. Pemudan
dan sosialisasi
f. Ilmu
pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan
Sedangkan
IBD (Basic Humanities) merupakan
suatu disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan
pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ruang
lingkup yang disajikan dari IBD antara lain adalah sebagai berikut:
a. Manusia
dan pandangan hidup
b. Manusia
dan keindahan
c. Manusia
dan keadilan
d. Manusia
dan cinta kasih
2.
Hakikat
dan Ruang Lingkup ISBD
ISD dan IBD,
pengabungan ini merupakan perampingan kurikulum di MKU (dan juga difakultas)
untuk memberi tempat lebih banyak bagi mahasiswa guna mempelajari bidang-bidang
ilmu kekhususan mereka di program studi/fakultas masing-masing. Oleh karena
merupakan penggabungan dari dua mata kuliah yang dulunya terpisah, ‘warisan’
materi kedua mata kuliah itu masih sangat dominan dalam ISBD.
Mata kuliah ini
merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraan program studi guna
mengantaran mahasiswa memantapkan kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup
bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian
dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA), serta mempunyai wawasan tentang
perkembangan ilmu Pengetahuan, teknologi, dan Sni (IPTEKS).
Berdasarkan
SK Dirjen Dikti No. 44/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok
Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi, ISBD mengkaji
tentang:
a. Pengantar
ISBD
b. Manusia
sebagai mahkluk budaya
c. Manusia
sebagai mahkluk individu dan sosial
d. Manusia
dan pradaban
e. Manusia,
Keragaman, dan Kesetaraan
f. Manusia,
Nilai, Moral, dan Hukum
g. Manusia,
Sains, Teknologi, dan Seni
Adapun
landasan hukum dilaksanakannya pembelajaran ISBD adalah sebagai berikut:
a. UUD1945,
pasal 31 ayat 5 amandemen ke-4 UUD 1945 yang berbunyi “pemerintahkan memajukan
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”
b. UU
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana didalam pasal 3 di
nyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa
c. SK
Dirjen Dikti No.44 Tahun/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan
Kelompok MataKuliah Berkehidupan Bangsa (MBB) di perhuruan tinggi, yang salah
satunya memuat ISBD (satu lagi adalah Ilmu Kealaman Dasar/IAD).
Mata kuliah ISBD sangat
penting diajarkan disetiap jenis dan jenjang pendidikan tinggi. Karena alasan
berikut:
a. Hakikat
manusia yang multidimensi menuntut pemahaman yang lebih holistik (menyeluruh)
dan tidak parsial, dan hal ini terkandung dalam materi ISBD.
b. Sejarah
pemikiran modern(Bacon, Descartes, Hegel, Kant) terlalu menekankan dominasi
rasio ktimbang rasa, simpati, emosi, hati nurani, pluralitas, (sosial-budaya).
c. Globalisasi
kebudayaan menuntut kita untuk menilai secara kritis nilai-nilai mana yang patut di pertahankan
dan mana ynag perlu di tinggalkan seperti Egoisme, Individuaalisme,
Sekularisme, Hedonisme, dan materialisme.
d. Pluralisme
budaya menuntut toleransi antara budaya dan tidak jatuh dalam etnosentrisme dan
primordialisme.
B.
ISBD
SEBAGAI MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB) DAN PENDIDIKAN UMUM
1.
ISBD
Merupakan Kelompok MataKuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Berdasarkan
keputusan mentri pendidikan nasional no 23/U/2000 tentang pedoman kurikulum
pendidikan tinggi dan penilaian mahasiswa, kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang dicakup dalam satu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum terdiri
atas :
a. Kelompok
mata kuliah pengembangan kepribadian ( MPK )
b. Kelompok
mata kuliah keilmuan dan keterampilan ( MKK )
c. Kelompok
mata kuliah keahlian berkarya ( MKB )
d. Kelompok
mata kuliah perilaku berkarya ( MPB )
e. Kelompok
mata kuliah berkehidupan bermasyarakat ( MBB )
MBB adalah kelompok bahan kajian dan
pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan
bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
a. Visi
ISBD sebagai MBB
Mengatakan
mahasiswa memantapkan kepribadianya, kepekaan sosial, kemampuan hidup
bermasyarakat.
b. Missi
ISBD sebagai MBB
Menumbuh
kembangkan daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa
terhadap nilai-nilai sosial dan budaya.
1. Bersikap
demokratis, berkeadaban, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat,
serta perduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2. Memiliki
kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan, teknoligi dan seni.
3. Ikut
berperan mencari solusi masalah sosial budaya dan lingkungan hidup secara aktif
c. Kompetensi
ISBD sebagai MBB
Standard
kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa meliputi : berfikir kritis, kreatif,
sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis estetis, dan memiliki apresiasi.
d. Metodoligi
pembelajaran ISBD sebagai MBB
Sebagai
kelompok MBB, ISBD harus diajarkan dengan metode sebagai berikut :
1. Proses
pembelajaran diselengarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
2. Pembelajaran
yang diselengarakan merupakan proses yang mendidik, yang didalamnya terjadi
pembahasan kritis, analitis, induktif, dan reflektif.
3. Pelajaran
yang diselengarakan dalam bentuk aktivasi proses pembelajaran seperti kuliah
tatap muka, ceramah, dialog (diskusi) interaktif, studi kasus, dan penugasan
mandiri.
4. Pembelajaran
yang meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran
kehihupan bermasyarakat yang merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis dalam
masyarakat global
2. ISBD Sebagai Program
Pendidikan Umum
Bahwa proses
pendidikan kedewasaan ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal.
Menurut
Phenix (1964:6), terdapat enem pola esensial bagi segenap mahasiswa dalam
proses pembelajaran diperguruan tinggi, yaitu:
a. Makna symbolycs,
yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
b. Makna
empiris, yaitu kemampuan untuk
memaknai benda-benda
c. Makna
esthetics, yitu kemampuan memaknai
keindahan seni dan fenomena alam
d. Makna ethics, yaitu kemampua memaknai baik
dan buruk
e. Makna synoetics, yaitu kemampuan berfikir
logis, rasional, sehingga dapat memaknai benar dan salah
f. Makna
synoptic, yaitu kemampuan untuk
beragama atau berfilsafat.
Karena
mendidik kepala, hati, dan tanggan secara terintegrasi”. Sasaran yang disentuh
dalam general education adalah tiga
potensi utama yaitu: akal, hati, dan tingkah lakunya. Di Amerika serikat,
konsep general education diadakan dengan
dilatarbelangi oleh alasan berikut (dalam laporan lima puluh tahun dari Nation society for the study of education
tahun 1985).
a. Sebagai
reaksi terhadap sosialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis
telah “mendawakan” hasil-hasil ternyata yang menakjubkan, sementara mereka lupa
pada nila-nilai esensial kemanusiaanya.
b. Sebagai
reaksi terhadap kepincangann penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan
peradaban yang lebih luas.
c. Sebagai
reaksi terhadap pengkotak-kotakan kirikulum dan pecahnya pengalaman belajar
siswa.
d. Sebagai
reaksi terhadap formalism dan pendidikan liberal
Untuk tingkat perguruan tinggi dusebut dengan kelompok dasar mata kuliah umum,
(MKDU), yaitu sekelompok mata kuliah yang menberikan landasan ilmu umu dan
landasan ilmun karakter dalam pengembangan dunia spesialisnya masing-masing.
Program pendidikan umum di Inonesia bertujuan antara lain sebagai
berikut :
a. Untuk
memperluas cakrawala, perhatian, dan pengetahuan para mahasiswa sehingga tidak
terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal masing-masing.
b. Membantu
mahasiswa menemukan diri sendiri dan menempatkan diri pada perkembangan
masyarakat dan kebudayaan yang sedang berlangsung.
c. Menghadapi
mahasiswa dengan masalah-masalah susila serta masalah yang diwujudkan
kenyataan-kenyataan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
Dalam
hal ini, kemampuan personal yang harus dimiliki mahasiswa adalah berkaitan denga kemampuan mereka untuk
menempatkan diri sebagai anggota masyarakat yang tidak terpisah dari masyarakat
itu sendiri.
Selain
kemampuan personal, ISBD sebagai program pendidikan umum agar mengharapkan agar
lulusan perguruan tinggi memiliki 2 kemampuan lain, yaitu:
a. Kemampuan
nakademik, meliputi:
1. Mahasiswa
mampu berkomunikasi secara ilmiah
2. Mahasiswa
mampu menguasai peralatan analisis
3. Mahasiswa
mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis dalam merumuskan dan
menyelesaikan masalah.
b. Kemampuan
profesional yaitu, kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli dari mahasiswa
yang bersangkutan (tergantung dari jurusan/program studi yang diambil oleh
mahasiswa.
C.
ISBD
SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL BUDAYA
Masalah
sosial, kemanusiaan, dan budaya, selanjutnya memberikan alternatif pemecahan
atas masalah tersebut. Artinya, berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari
kajian ISBD, sebuah ilmu secara mandiri tidak cukup untuk mengkaji sebuah
masalah kemasyarakatan. Ilmu tersebut membutuhkan solusi atau pemecahan masalah
dari ilmu lainya. Tujuanya agar pendekatan sosial dan budaya dapat dipertimbangkan
dalam rangka mencari alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam
masyarakat.
BAB
II
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
A.
HAKIKAT
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
1.
Hakikat
manusia
Manusia adalah
mahluk yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang
Maha Esa. Yaitu untuk memilih nama yang baik dan nama yang tidak baik, nama
yang merupakan hak dan nama yang merupakan kewajiban, sehingga terbentuk
norma-norma dalam masyarakat.
Jika pembicara mengarah ke hakikat, maka berbicara mengenai
hakikat menusia berarti berbicara mengenain upaya manusia untuk mengenal dan
mencari tau siapa dirinya sesungguhnya. Manusia ini dapat digambarkan dalam
contoh peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
a. Nabi
Ibrahim dan Nabi Musa dalam rangka mencari Tuhan (proses pencarian siapa yang
menciptakan dirinya).
b. Plato
yang selalu bertanya “siapa diriku?” (proses pencarian siapa dirinya
sesungguhnya).
c. Manusia
sering bertanya: “Siapa saya sebenarnya?” dan manakah saya yang sesungguhnya?”
( proses pencarian jati diri).
Ahli ilmu ekonomi mendefenisikan manusia
mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitung kan setiap
kegiata (homo economicus).
a. Manusia
sebagai homo economicus, yaitu
manusia merupakan mahluk ekonomi yang
cenderung tidak pernah merasa puasa dengan apa yang diperolehnya dan selalu
berusaha secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhanya (self interest).
b. Manusia
sebagai homo socius, yaitu mahluk
yang ingin selalu berinteraksi dengan sesama/bergaul.
c. Manusia
sebagai homo homini lupus, yaitu
manusia menjadi serigala bagi manusia lainya (maksudnya manusia
merugikan/membuat kelicikan atau kejahatan terhadap manusia lainya ).
d. Manusia
sebagai homo faber, yaitu manusia
sebagai mahluk bekerja yang mewujudkan dirinya dengan bekerja, yakni
beraktivitas untuk kemajuan hidupnya.
e. Manusia
sebagai zoon policition, yaitu
manusia adalah mahluk sosial atau mahluk yang selalu ingin bermasyarakat dan
tidak bisa hidup sendiri, sehungga membutuhkan keberadaan dan kehadiran mnusia
lainya.
Manusia memiliki daya indra (panca indra) dan
daya rasa. Panca indra adalah alat penghubung manusia dengan lingkungan
sekitar/ dunia luar. Sedangkan untuk daya rasa dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Perasaan
inderawi yang berkaitan dengan rangsangan
yang diterima oleh panca indra. Perasaan ini terdapat pada manusia dan
hewan, misalnya: panas, dingin, sakit, birahi, dan sebagainya.
b. Perasaan
rohani adalah perasaan luhur yang hanya ada pada manusia. Perasaan rohani ini
terbagi menjadi 6 macam:
1. Perasaan
intelektual
Perasaan
intelektual berkenaan dengan pengetahuan, dimana seseorang akan merasa puas/
senang apabila mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas
apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.
2. Perasaan
estetis
Perasaan
estetis adalah perasaan yang berkenaan dengan keindahan, dimana seseorang akan
senang melihat/mendengar sesuatu yang indah, sebaliknya timbul rasa kesal
apabila sesuatu itu tidak indah.
3. Perasaan
etis
Perasaan etis berkaitan dengan kebaikan,
dimana seseorang akan senang apabila diperlakukan baik atau berbuat suatu
kebaikan, sebaliknya timbul rasa benci jika diperlakukan tidak baik atau timbul
perasaan bersalah jika berbuat yang tidak baik.
4. Perasaan
diri
Perasaan diri kerbakaan dengan harga
diri karna ada kelebihan yang dimiliki jika dibandingkan dengan manusia lainya.
Apabila dirinya memiliki kelebihan pada dirinya, ia merasa bangga,
bahkanmungkin akan menimbulkan rasa
“ego”, dimana ia akan merasa tinggi, angkuh dan sombong.
5. Perasaan
sosial
Dimana seseorang ikut merasakan
kehidupan atau apa yang dirasakan oleh orang lain.
6. Perasaan
religious
Perasaan religius berkenaan dengan agama
atau kepercayaan.
Keterkaitan
dengan lingkungan terlihat dalam kehiupan sosial dan tinglah laku etisnya.
Misalnya, manusia menciptakan mesin
traktor untuk mempermudah pekerjaannya dalam membajak sawah (dalam hal ini,
mesin diciptakan untuk memanfaatkan
kondisi /keadaan lingkungan).
Soren
Kierkegaard, seorang filsuf dari denmakrk, pelopor ajaran “eksistensialisme”
yang menempatkan manusia sebagai subjek sekali gus objek, tanpa pemisahan
(Mullen, 1981:160). Seperti eksistensialisme lainya, semisal Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky (1821-1883), dan
Nikolai Alexandrovich Berdyaev (1874-1948) dari rusia, serta Friedrich Wilhelm
Nietzsche (1844-1900), Karl Theodor Jaspers (1883-1969), Jean paul Sartre (1905-1980) dari jerman – menekankan
kebebasan dan tanggung jawab sebagai
hakikat dasar manusi.
a. Kesedihan
dan penderitaan adalah kondisi yang diperlukan dan harus dialami. Ketika
seseorang “berpura – pura” memilih sesuatu dimana hampir tidak ada kesedihan
dan penderitaan.
b. Setiap
manusia pasti berpendapat dengan hal yang tak dapat dihindari, berupa
penderitaan, kecemasan, sikap apatis, atau rasa takut.
c. Seseorang
harus memiliki hasrat, karna jika tidak memiliki hasrat, maka manusia yang
tidak bersangkutan tidak akan bisa eksis.
Ketiga hal tersebut merupakan hakikat
manusia, dimana manusia pada hakikatnya tidak akan bisa dilepaslkan dari
kesenangan dan penderitaan, kesadaran, hasrat, rasa takut, dan lain sebagainya.
Pengakuan terhadap eksistensi seseorang juga membuat orang lain tidak akan
“meniadakan” keberadaan orang tersebut.
Singkatnya, nilai eksistensialis memiliki
sumber yang sama, dan identifikasi karakter yang sama. Sumbernya adalah
kesadaran penderitaan yang melekat dalam diri manusia, sehingga ia harus
mempertahankan eksistensinya.
Selanjutnya,
Kierkegaard mengemukakan tentang stadium hidup manusia yang dibagi dalam tiga
tingkat, yaitu:
a. Stadium
estetis
Orang yang berpikir tanpa gerak,
memikirkan segala sesuatu, tapi ia sendiri ada diluar yang dipikirkan itu
b. Stadium
etis
Orang yang berpikir memusatkan kedalam
dirinya, tak ada soal lain baginya dari pada kesalahan atau kedosaanya sendiri.
c. Stadium
religius
Yaitu Tuhan yang kongkret dan sungguh
ada. Minatnya tidak lagi ada pada diri sendiri,.
Manusia juga dapat menemukan jawaban atas
pertanyaan mengenai atas hakikat dirinya, misalnya, pertanyaan “siapa aku?”
jawabanya adalah: “aku adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”, dan jawaban atas pertanyaan lainya.
2.
Hakikat
Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Artinya, manusia
bukan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan. Makhlik Tuhan didunia (bumi) terbagi
menjadi empat macam dan memiliki sifat yang berbeda-beda, yaitu:
a. Alam:
memiliki sifat wujud
b. Tumbuhan:
memiliki sifat wujud dan hidup
c. Binatang:
memiliki sifat wujud, hidup, dan dibekali nafsu
d. Manusia:
memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu, serta akal budi.
Akal budi merupakan peberian Tuhan dan
sekalgus potensi dalam diri manusia yang
tidak dimiliki oleh makhluk lain. Akal merupakan kemampuan berfikir manusia
sebagai kodrat alami yang dimiliki untuk memecahkan masalah-masalah yang
dihadapi.
Abram Maslow, seorang ahli psikologi,
berpendapat bahwa kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi lima tingkat,
yaitu :
a. Kebutuhan
fisiologis
Merupakan kebutuhan dasar, primer, dan
vital, kebutuhan ini menyangkut fungsi-fungsi biologis dasar dari organisme
manusia, seperti, makanan, pakaian, tempat tinggal, sembuh dari sakit,
kebutuhan seks, dan sebagainya.
b. Kebutuhan
akan rasa aman dan perlindungan (safety
and security needs)
c. Kebutuhan
sosial
Meliputi, kebutuhan akan cinta, sebagai
pribadi, sebagai anggota kelompok, rasa setia kawan, kerja sama, kelaparan,
perlakuan tidak adil, dan sebagainya.
d. Kebutuhan
akan penghargaan
Kebutuhan manusia untuk dihargai,
kemampuanya, dihargai kedudukanya, jabatan, status, pangkat dan sebagainya.
e. Kebutuhan
akan aktualisasi diri (self
actualization).
Merupakan kebutuhan memaksimalkan
pengunaan potensi-potensi, kemampuan, bakat, kreativitas, ekspresi diri, dan
sebagainya.
Menurut Maslow, kebutuhan manusia diawali
dari kebutuhan fisiologis atau kebutuhan yang paling mendesak. Kebutuhan
manusia dapat terpenuhi karna manusia menggunakan daya kerja otaknya. Artinya,
kecakapan menggunakan otaknya ini menjadi faktor terpenting yang menyebabkab
kemajuan dan perluasan hasil-hasil ciptaan manusia, sebagai insan yang
berbudaya dan memiliki akal pikirannya juga. Itulah manusia disebut “zoon politicon” yang artinya makhluk yang hidup berkelompok (social).
Hal ini disebabkan karna manusia tidak sekedar homo, tapi human (manusia
yang manusiawi). Oleh sebab itu, kebudayaan dapat dikatakan sebagai akal budi
manusia dalam interaksinya, baik interaksi dengan alam maupun interaksi dengan
manusia lainya.
Contoh: manusia menciptakan pola perilaku
(normal) yang akan dilaksanakan untuk ketertiban hidup bermasyarakat.
a. Segi
kebendaan, yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari
akalnya, serta bisa diraba.
b. Segi
kerohanian, terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun
secara teratur. Keduanya tidak bisa diraba.
Manusia yang budayanya juga mampu
beradaptasi dengan budaya yang dianut oleh manusia pendukung budaya lain yang
sama sekali berbeda dengan kebudayaanya.
B.
APRESIASI
TERHADAP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
1.
Apresiasi
terhadap kemanusiaan
Istilah
menusia adalah istilah yang konkret, yaitu homo,
sedangkan istilah kemanusiaan adalah istilah yang abstra, yaitu human. Kemanusiaan berarti hakikat dan
sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi mertabatnya dan petut
diberi untuk apresiasi (penghargaan). Manusia memiliki harta dan derajat yang
tinggi jika dibandingkan dengan makhluk lainya.
2.
Apresiasi
terhadap kebudayaan
Kebudayaan
berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddhayah
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi
dan akal) sehingga diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan
akal.
Berikut defenisi kebudayaan dari
beberapa orang ahli:
a. Gazalba
(dalam Habib Mustopo, 1983:85)
Mengatakan cara berpikir dan cara merasa
b. Keesing
(1989:68)
Himpunan pengalaman
yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial,
yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.
c. Soerjono
Soekanto (2003:173)
Budaya terdiri dari
segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, dan pola pikir,
merasakan dan bertindak.
d. Koentjaraningrat
(1994:173)
Sementara itu, Selo Soemardjan dan
SoelaemanSoemardi (1964:113) mengusulkan defenisi kebudayaan sebagai semua
hasil karya rasa dan cipta masyarakat.
Harsojo mengemukakan pokok-pokok kebudayaan
sebagai berikut:
a. Kebudayaan
yang terdapat antara umat manusia itu sangat beranekaragam.
b. Kebudayaan
itu didapat dan diteruskan secara sosial dengan pelajaran.
c. Kebudayaan
terjabarkan dari komponen biologis, psikologis dan sosiologis dari eksistensi
manusia.
d. Kebudayaan
itu berstruktur
e. Kebudayaan
itu terbagi dalam beberapa aspek
f. Kebudayaan
itu dinamis
g. Nilai
dalam kebudayaan itu bersifat relative
Menurut J.Herkovits
(Ahmad Fauzan, 2005:29) memendang kebudayaan sebagai suatu yang superorganic,karna kedudayaan yang turun
temurun dari satu generasi kegenerasi selanjutnya terus dan tetap hidup.
J.J Hoeningman menbagi wujud kebudayaan
menjadi 3, yaitu (dalam Herimanto dan Winarno).
a. Gagasan
(wujud ideal yang bersifat abstrak), meliputi: ide, gagasan, nilai, norma, dan
peraturan, dan sebagainya.
b. Aktivitas
(tindakan), yaitu tindakan yang berpola dari manusia dalam masyarakat yang
berdasarkan adat tata kelakuan.
c. Artefak/benda (karya yang berwujud atau konkret), yaitu
wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan semua
karya manusia dalam masyarakat yang berupa benda yang dapat diraba, dilihat,
dan didokumentasikan.
Menurut J.J Hoeningman diatas dalam
kenyataan kehidupan masyarakat terpisah satu sama lain. Kebudayaan yang
berwujud gagasan yang berupa ide dan adat istiadat mengatur dan memberi arah
kepada tindakan-tindakan dan karya manusia.
C.Kluckholn dalam karyanya yang berjudul “Universal Categories of Culture” (1953)
mengemukakan bahwa ada 7 unsur kebudayaan, yaitu:
a. Sistem
peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi). Unsur kebudayaan ini merupakan
produk manusia sebagai homo faber. Dengan
alat-alat ciptaanya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhanya dari
pada binatang.
b. Sistem
mata pencarian hidup dan system ekonomi
System mata pencarian
ini berfokus pada masala-masalah pencarian tradisional saja, diantaranya:
berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam diladang, dan menangkap ikan.
c. Sistem
kemasyarakatan/ kekerabatan atau organisasi sosial.
Unsure ini merupakan produk dari manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa
tubuhnya lemah dan tidak bisa hidup sendiri, namun manusia memiliki akal, maka
dengan akal ini manusia berupaya untuk menyusun organisasi kemasyarakatan atau
kekerabatan.
System kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam
struktur sosial. Meyer Fortes (1970) mengemukakan bahwa system kekerabatan
suatu masyarakat dapat digunakan untuk mengambarkan struktur sosial dari
masyarakat yang bersangkutan.
d. Bahasa
Dengan tujuan menyampaikan maksud hati
atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain.
e. Kesenian
Unsure ini merupakan
hasil dari manusia sebagai homo
aesteticus. System pengetahuan
Unsure ini merupakan
produk manusia sebagai homo sapiens.
f. Sistem
religi
Unsure ini merupakan
produk manusia sebagai homo religious.
C.
ETIKA
DAN ESTETIKA BERBUDAYA
1.
Etika
Dalam Berbudaya
Etika
berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang artinya ajaran tentang yang baik dan
buruk.Selanjutnya, Sidi Gazalba (1973) menyatakan bahwa etika sebagai teori
tentang tingkah laku, perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk
sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Menurut Saloman (1988), etika dapat
dikelompokan menjadi 2 definisi, yaitu:
a. Etika
merupakan karekter individu, dalam hal ini termaksud bahwa orang yang beretika
adalah orang yang baik.
b. Etika
merupakan hukum sosial.
2.
Estetika
Dalam Berbudaya
Kata estetika
dikutif dari bahasa Yunani, yaitu aisthetikos
atau aishttanomai yang berarti mengamati dengan indra (Kallerman,1997:18).
Pengertian tersebut berkaitan dengan istilah aestheis yang berarti pengamatan. Sesuatu yang estetik berarti
memenuhi unsure keindahan (secara estetik murni maupun secara sempit, baik
dalam bentuk, warna, garis,kata atau pun nada).
D.
MEMANUSIAKAN
MANUSIA
Memanusiakan
manusia berarti perilaku manusia untuk
senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan derajat manusia lainya. Kata –
kata “memanusiakan manusia” tidak bisa diartikan secara harfiah, dimana
melakukan hal “memanusiakan manusia” bukan berarti sebelumnya kita
memperlakukan manusian tidak seperti manusia.
Contoh perbuatan yang memanusiakan
manusia: Jokowi (gubernur DKI Jakarta), yang memindahkan pedagang kaki lima
kala menjabat sebagai Walikota Surakarta.
E.
PROBLEMATIKA
KEBUDAYAAN
Artinya
kebudayaan yang diciptakan oleh suatu kelompok berbeda dengan kebudayaan yang
diciptakan oleh kelompok lainya.
1. Penetrasi
kebudayaan
Penetrasi kebudayaan adalah
masuknya pengaruh suatu kebudayaan kekebudayaan lainya. Penetrasi kebudayaan
dapat terjadi dengan 2 cara
a. Penetrasi
damai (penetration pasifique)
Maksudnay sebuah kebudayaan dengan
jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam ke
Indinesia.
Penetrasi kebudayaan secara damai
akan menghasilkan
1) Akulturasi
adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa
menghilangkan unsur kebudayaan asli.
2) Asimilasi
adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru.
3) Sintesis
adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berkaitan pada terbentuknya sebuah
kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kenudayaan asli.
b. Penetrasi
kekerasan (penetration violante)
Maksudnya
sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Kebudayaan yang berbeda
dapat menumbulkan problem, yaitu:
1) Apakah
kebudayaan yang masuk itu sesuai dengan kondisi kehidupan sosial masyarakat
setempat atau tidak.
2) Jika
penetrasi kebudayaan bersifat memaksa, dikhawatirkan akan menimbulkan konflik
dan pertentangan dalam suatu kawasan.
2. Pewarisan
kebudayaan
Merupakan
proses pemindahan, penerusan, pemilikan, dan pekaian kebudayaan dari generasi
ke generasi secara berkesinambungan melalui enkulturasi (pembudayaan) dan
sosialisasi (pemasyarakatan).
Kebudayaan yang berbeda pendapat
menimbulkan problem, yaitu:
a. Sesuai
atau tidaknya budaya warisan tersebut dengan dinamika masyarakat saat sekarang
b. Penolakan
generasi penerima terhadap kebudayaan tersebut
c. Munculnya
budaya baru yang tidak lagi sesuai dengan budaya warisan.
3. Perubahan
kebudayaan
Perubahan yang terjadi sebagai
akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsure-unsur budaya.
4. Penyebaran
kebudayaan (difusi)
Penyebaran kebudayaan yaitu, proses
penyebaran unsure-unsur kebudayaan dari suatu kelompok ke kelompok lain atau
suatu masyarakat ke masyarakat lain.
BAB
III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK
INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
A.
HAKIKAT
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAHKLUK SOSIAL
Mahkluk individu dan mahkluk sosial
terdiri dari hal-hal berikut ;
1. Susunan
kodrat manusia yang terdiri atas raga dan jiwa
2. Sifat
kodrat terdiri atas mahkluk individu dan sosial
3. Kedudukan
kodrat terdiri atas mahkluk berdiri sendiri dan mahkluk ciptaan tuhan.
Berdasarkan
sifat-sifat kodrati yang melekat pada dirinya yang telah ada sejak manusia itu
diciptakan.
1.
Manusia
Sebagai Mahkluk Individu
Individu
berasal dari bahasa latin, yaitu “individiuum”
yang berarti tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dipakai untuk
menyatakan satu kesatuan yang paling kecil atau terbatas. Kata individu bukan
berarti manusia secara keseluruhan yang tak dapat terbagi, melainkan sebagai
kesatuan terbatas, yaitu perseorangan manusia. Manusia sebagai mahkluk individu
merupakan pribadi yang terpisah, berbeda dari pribadi yang lainnya.
2.
Manusia
Sebagai Mahkluk Sosial
Mahkluk
sosial atau mahkluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan. Artinya, dalam
hubungan dengan manusia sebagai mahkluk sosial. Menurut herimanto dan winarno
(2010;45), factor yang mendukung manusia selalu hidup masyarakat. Dengan
demikian, sejak manusia dilahirkan, ia memiliki dua keinginan pokok, yaitu ;
a. Keinginan
untuk menjadi satu dengan manusia disekelilingnya
b. Keinginan
untuk menjadi satu dengan lingkungan sekelilingnya
Dalam paham sosialisme ini, hak
milik perorangan dibatasi. Sosialisme merupakan reaksi atau sistem liberalisme
yang dilahirkan oleh paham individualisme.
3.
Pentingnya
Sosialisasi Bagi Manusia Sebagai Mahkluk Individu
Manusia
pasti sangat membutuhkan orang lain (proses sosialisasi) sehingga manusia
disebut juga sebagai mahkluk sosial. Proses sosialisasi akan membuka berbagai
macam cakrawala pengetahuan yang besar bagi setiap individu. Individu bisa
menjadi manusia yang “beradab” dengan bersosialisasi. Seorang anak (isabelle)
yang tidak mendapatkan proses sosialisasi dengan manusia lain (karena dikurung/diisolasi
bersama ibunya).
B.
PERANAN
MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
Manusia sebagai mahkluk individu
dan mahkluk sosial memiliki peranan yang penting, diantaranya menjaga
kelestarian alam.
1.
Peranan
Manusia Sebagai Mahkluk Individu
Sebagai mahkluk individu, manusia
berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut;
a. Mewujudkan
harkat dan martabat yang mulia
Pengakuan dan
penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia inilah yang kemudian
melahirkan konsep Hak Asasi Manusia (HAM)
b. Mengupayakan
terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia
Manusia tidak boleh
diperlakukan sewenang-wenang yang bertujuan untuk menindashaknya sebagai
manusia.
c. Merealisasikan
segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup
Poensi ini harus
digali, diasah, dikembangkan, dan diaplikasikan.
d. Menuntut
ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran
dan kesejahteraan.
2.
Peranan
Manusia Sebagai Mahkluk Sosial
a. Melakukan
interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok
Manusia sebagai pribadi adalah
berhakikat sosial. Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa
bantuan dari manusia lain.
b. Menciptakan
norma yang mengatur kehidupan sosial
Jika manusia tidak mampu berbuat
adil dan menjaga harkat serta martabat manusia lainnya, akan tercipta
ketidakteraturan.
Norma dibutuhkan untuk menciptakan
untuk menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial/bersama. Norma tersebut
adalah;
1.
Norma agama
2.
Norma agama adalah
norma yang bersumber dari tuhan yang berisi perintah agar dipatuhi dan menjauhi
larangannya. Norma gama ada dalam ajaran-ajaran agama dan tertulis dalam kitab
suci (Al-Qur’an bagi umat islam, Injil bagi umat Kristiani, dan lain
sebgainya).
3.
Norma kesusilaan atau
moral
Norma kesusilaan adalah norma yang
bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi
keburukan.
4.
Norma kesopanan atau
adat
Norma kesopanan adalah norma yang
bersumber dari masyarakat dan berlaku terbatas pada lingkungan masyarakat. Yang
bersangkutan (belum tentu atau bahkan mungkin tidak akan berlaku pada lingkungan
masyarakat yang lain).
5.
Norma hukum
Norma hukum adalah norma yang
dibuat mastarakat atau negara-negara secara resmi.
c. Mengupayakan
terlaksananya kewajiban
Muncul
hak-hak dasar manusia sebagai manusia yang bebas, maka dalam dimensi sosial,
kewajiban manusia sebagai dasar untuk menghargai hak orang lain serta mentaati
norma yang berlaku dlam masyarakat.
C.
DINAMIKA
INTERAKSI SOSIAL
Adapun
bentuk interaksi sosial adalah sebagai berikut;
1. Asosiatif,
yaitu proses interaksi yang mengarah pada persatuan, meliputi;
a. Akomodasi
Merupakan proses penyesuain dimana
orang-orang atau kelompok yang sedng bertentangan bersepakat untuk menyudahi
pertentangan tersebut.
b. Kerja
sama
Merupakan bentuk interaksi sosial
dimana orang-orang atau kelompok bekerja sama atau saling membantu untuk
mencapai tujuan bersama.
c. Asimilasi
Merupakan perpaduan antara dua
kebudayaan yang menhasilkan kebudayaan baru sehingga menghilangkan kebudayaan
lama atau kebudayaan yang telah ada sebelumnya.
d. Akulturasi
Merupakan perpaduan antara
kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan baru, tetapi tidak menghilangkan
kebudayaan lama.
2. Disasosiatif,
yaitu proses interaksi yang mengarah pada perpecahan, meliputi;
a. Persaingan
b. Pertikaian
c. Kontropersi
Artinya,
interaksi ssosial hanya dapat berlangsung antara pihak apabila terjadi
interaksi dari salah satu pihak atau kedua belah pihak. Adapun cirri-ciri
sebuah interaksi sosial adalah sebagai berikut (Loomis dan Dyer, 1976);
1) Pelaku
lebih dari satu orang
2) Adanya
komunikasi melalui kontak sosial
3) Memiliki
maksud dan tujuan dengan yang diperkirakan sipelaku
4) Ada
dimensi waktu yang akan menetukan sikap aksi yang sedang berlansung.
Apa yang dimaksud
dengan kontak sosial dan komunikasi ?
1) Kontak
sosial
Dalam
pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi meliputi interaksi
atau hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial dengan pihak lain
atau menyentuhnya.
Sifat-sifat kontak sosial sebagai
berikut;
a) Kontak
sosial dapat bersifat positif atau negative.
b) Kontak
sosial dapat bersifat primer atau sekunder.
2) Komunikasi
Merupakan
proses memberikan tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan,
gerak atau sikaf, atau perasaan-perasaan yang diingin disampaikan orang
tersebut.
D.
DILEMA
ANTARA KEPENTINGAN INDIVIDU DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT
Dalam
kehidupan bermasyarakat, pasti akan terjadi permasalahan/dilemma antara
melakukan perkembangan individu dengan kepentingan masyarakat. Individualisme
merupakan satu faham yang memiliki pandangan bahwa manusia adalah mahkluk yang
merdeka dan bebas. Oleh karena itu, pandangan individualisme ini melawan segala
pendapat yang menempatkan tujuan suatu kelompok lebih pentingdari tujuan
individu. Ideology liberalisme yaitu sebuah ideologi yang didasarkan pada
pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah hal yang paling utama.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas,dicirikan
oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Ideologi liberalisme mengembangkan
prinsip;
1. Penjamin
hak milik perorangan
2. Mementingkan
diri sendiri atau kepentingan individu yang bersangkutan
3. Pemberian
kebebasan penuh pada individu
4. Persaingan
bebas untuk mencapai kepentingannya masing-masing
Sementara itu, sosialisme merupakan
suatu pandangan yang berpendapat bahwa kepentingan masyarakat yang harus
diutamakan. Pandangan faham individualisme berpendapat bahwa kebebasan individu
bisa menimbulkan kesenjangan.
BAB
IV
MANUSIA DAN PERADABAN
A.
HAKIKAT
PERADABAN
Peradaban
memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat dan manusia. Peradaban
merupakan bagian atau unsure dari kebudayaan yang indah, misalnya kesenian,
ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Berikut definisi peradaban menurut para
ahli;
1. Samuel
P. Huntington (2001) mendefenisikan peradaban sebagai (pengelompokan sosial
tertinggi dalam sebuah masyarakat dan identitas budaya yang dimiliki masyarakat
tersebut membedakannya dengan kelompok masyarakat lainnya).
2. Fairchild
(1977) menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang mencapai
tingkat tertentu.
3. Kontjraningrat
(1990;182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsure kebudayaan
yang luas, maju dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat
sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan
yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Peradaban memiliki hubungan yang erat dengan “budaya’ atau
“kebudayaan”. Intinya, istilah peradaban sering digunakan untuk menyebutkan
“kerumitan”atau “kompleksitas” serta keunggulan dari sebuah kebudayaan dalam
sebuah masyarakat atau kelompok tertentu. Istilah peradaban sendiri sebenarnya
bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan
kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari
tiga factor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga factor
tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi dan ilmu pengetahuan. Jika
ketiga factor ini telah dimiliki oleh sebuah masyarakat, maka masyarakat yang
bersangkutan dapat dikatakan memiliki peradaban yang tinggi.
B.
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB
Manusia
adalah manusia yang berada sehingga mampu menciptakan peradaban. Manusia selain
sebagai makhluk individu juga disebut sebagai makhluk sosial. Apabila dikaji
masyarakat dinegara-negara meju yang sudah dikatakan sebagai masyarakat madani, maka sudah
memenuhi hal seperti berikut:
1.
Terpenuhinya kebutuhan
dasar individu, keluarga, kelompok dalam masyarakat.
2.
Berkembangnya modal
manusia
3. Tidak
adanya deskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan.
4. Adanya
hak, kemampuan, dan kesempatan, bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya
untuk terlibat dalam berbagai forum
dimana isu-isu kepentingan bersama dan kewajiban publik dapat
dikembangkan.
5. Saling
menghargai peradaban antara budaya dan memiliki rasa saling percaya.
6. Sistem
pemerintah yang memingkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sisoal
berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
C.
EVOLUSI
BUDAYA DAN WUJUD PERADABAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
1.
Evolusi
budaya
Adanya
kebudayaan bermula dari kemampuan akan budi daya manusia dalam menangapi,
merespon, dan mengatasi tantangan alam dan lingkungan dalam upaya mencapai
kebutuhan hidupnya. Evolusi budaya merupakan gejala umum yang terjdi sepanjang
masa dalam setiap masyarakat. Selain itu evolusi juga dapat timbul akibat
timbulnya perubahan alam, lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak
dengan kebudayaan lain.
Masa dalam kehidupan manusia
mengalami evolusi dalam 2 kali periode:
a. Masa
prasejarah (masa sebelum manusia mengenal tulisan)
Adalah istilah yang digunakan untuk
merujuk kepada masa dimana cacatan sejarah yang tertulis belum tersedia.
b.
Masa sejarah (masa
setelah manusia mengenal tulisan)
Masa sejarah bermula adanya catatan
tertulis untuk dijadikan bahan rujukan.
Berdasarkan
periode masa diatas, dapat disimpulkan bahwa peradaban antara periode pra
sejarah dan periode sejarah adalah pada masa sejarah manusia belum mengenal
tulisan, sementara pada periode sejarah, manusia sudah mengenal tulisan.
Terbukti pada masa prasejarah telah ditemukan beberapa hasil budaya manusia
yang revolusioner, yaitu:
a.
Penemuan rodan untuk
transportasi .
Digunakan untuk mengangkat barang
berat diatas batang pohon. Batang kayu ini lah yang disebut dengan “roda”.
b.
Bahasa
Merupakan “suara yang diterima
sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain. Pendapat
lain menyatakan bahwa periode peradaban manusia dibagi dua, yaitu zaman batu
dan zaman logam.
1)
Zaman batu
Zaman batu terjadi sebelum zaman
logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama disebut dari batu disamping
kayu dan tulang.
a)
Paleolitik (Zaman batu
tua)
Zaman paleolitik adalah zaman yang
bermula mula kira-kira 50.000 hingga 100.000 tahun dahulu.
b)
Mesolitik (zama batu
muda)
Merupakan suatu periode dalam
perkembangan peradaban manusia, antara zamanpaleolitik atau zaman batu tua dan
Neolitik atau zaman batu muda.
c)
Neolitik (zaman batu
muda)
Merupakan zaman perkembangan
teknologi dari penggunaan batu menuju ke tembikar.
d)
Megalitik (zaman batu
besar)
Pada zaman ini menusia sudah dapat
membuat dan menungalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.
2)
Zaman logam
Pada
zaman ini orang-orang suda bisa membuat alat-alat dari logam disamping
alat-alat dari batu-batu besar. Tekhnik pencetakan ini juga terdiri dari 2
macam yaitu, cetakan tanah liat dan lilin.
a)
Era tembaga
Pada era ini manusia sudah bisa
mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3:10 sehingga diperoleh
logam-logam yang keras.
b)
Era perunggu
Zaman perunggu merupakan bagia dari
sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah zaman
Neolitikum dibeberapa wilayah didunia.
c)
Zaman besi
Zaman besi adalah periode terakhir
dalam sistem tiga zaman untuk mengklasifikasi masyarakat pra sejarah, yang
didahului zaman perunggu.
D.
DINAMIKA
PERADABAN GLOBAL
Toffler
(1981) menyatakan bahwa gejala-gejala perubahan dan pembaharuan peradaban
masyarakat itu terjadi akibat majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh
tantangan alam dan respons manusia (penerapan teknologi) untuk mengatasi
tantangan alam itu adalah:
1. Daerah
yang tandus dan kering disikapi dengan menerapkan sistem pertanian dengan
menggunakan sistem pot bertingkat (vertikultur)
2. Daerah
rawan gempa disikapi dengan membuat rumah yang anti gempa, dan alain
sebagainya.
Peradabam manusia hingga saat ini
telah mengalami 3 gelombang, yaitu:
1. Gelombang
I, peradaban pertanian (800m-1500m)
Gelombang perubahan dari meramu
menjadi budaya cocok tanam (peradaban pertanian) yang diknal dengan “revolusi
hijau” kehidupan yang semula nomaden (berpindah-pindah)menjadi menetap.
2.
Gelombang II,
(peradaban teknologi industry (1500m-1970m)
Peradaban ini muncul akibat
penemuan dan ciptaan manusia dalam bidang industry, khususnya setekah nmenjadi
revolusi industrui di Inggris dan
Perancis.
3.
Gelombang III,
peradaban informasi (1970m-sekarang)
Perkembangan IPTEK sangat
berpengaruh terhadap perkembangan dalam bidang elektronik.
E.
PROBLEMATIKA PERADABAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN MANUSIA
1.
Peradaban
Global Menciptakan Globalisasi
Evolusi
kebudayaan berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya atau akal pikiran
manusia dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kemampuan intelektual
manusianya untuk mengantisipasi tantangan. Globalisasi merupakan suatu proses
sosial atau suatu proses sejarah atau proses ilmiah yang membawa seluruh bangsa
dan negara didunia makin terikat satu sama lain.
2.
Problematika
Peradaban Global (Era Globalisasi)
Beberapa problem
dari kemajuan teknologi (peradaban Global) ini bagi manusia dalam kehidupan
bangsa dan bernegara adalah:
a. Dengan
semakin cepatnya kemajuan teknologi dan ditopang oleh sosial yang kuat membuat
teknologi menjadi pengarah kehidu[an manusia.
b. Ideologi
liberal yang berasal barat akan semakin kokoh mencengkram dunia dan mau tidak
mau akan diterima oleh negara-negar lain.
c. Sistem
kapitalisme dan pasar bebas juga akan menjadi sistem perekonomian dunia.
d. Eksploitasi
terhadap alam dan sumber daya lainya akan semakin memuncak akibat tingkat
kebutuhan yang semakin lama semakin banyak.
e. Terjadi
dehumanisasi, dimana manusia tidak
akan dihargai.
3.
Sikap
Beberapa Negara Terhadap Peradaban Global
Dalam menghadapi
peradabaqn Global ini, bangsa-bangsa didunia memberi respon atau tanggapan yang
berbeda-beda. Mereka manerima peradaban Global tetapi cukup selektif dalam
memilih mana yang boleh masuk kenegaranya dan mana yang tidak boleh.
BAB
V
MANUSIA,
KERAGAMAN, DAN KESETARAAN
A.
HAKIKAT
KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA
1.
Makna
Keragaman Manusia
Keragaman
berasal dari kata ragam yang berarti “mavam, jenis; warna, corak”. Berdasarkan
kamus bahasa indinesia /KBBI (2008), ragam berarti;
a. Sikap,
tingkah laku
b. Macam,
jenis
c. Music,
lagu, langgam.
d. Warna,
corak
e. Laras
(tata bahasa)
Keragaman maksudnya
bahwa tiap manusia itu memiliki perbedaan. Perbedaan ini disebabkan karna
manusia memiliki cirri khas tersendiri sebagai makhluk individu, seperti ciri
fisik, sikap, watak, kelakuan, temperamental, dan hasrat.
Pada prinsipmya, ada
tiga macam istilah yang digunakan untuk mengambarkan masyarakat yang beragam
yang terdiri dari ras, agama, bahasa dan budaya yang berbeda, yaitu:
1. Masyarakat
plural
Masyarakat plural adalah masyarakat yang
tedirri dari lebih dari satu golongan/kelompok (many)
2. Masyarakat
majemuk
Keberagaman yang lebih dari satu memang
berbeda-beda, bermacam-macam, dan bahkan tidak dapat disamakan
3. Masyarakat
multicultural
Adanya keragaman dan kesediaan anggota
masyarakat untuk menerima keragaman (kelompok lain dianggap sama)
2.
Makna
kesetaraan manusia
Dengan demikian,
kesetaraan atau kesederajatan menunjukan adanya tingkat yang sama, kedudukan
yang sama, tidak lebih tinggi atau lebih rendah antara satu sama lain. Berdasarkan
uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa keragaman yang ada tidak membuat manusia
menjadi tidak sederajat atau tidak setara, akan tetapi manusia tetap setara
atau sederajat dengan manusia lainya
walaupun memiliki perbedaan.
B.
KEMAJEMUKAN
DALAM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Majemuk
berarti “banyak ragam, beraneka, berjenis.” Cirri utama masyarakat majemuk
adalah : “hidup berkelompok yangt berdanpingan secara fisik, tetapi terpisah
oleh kehidupan sosial dan bergabung dalam sebuah satuan politik.”
Secara horizontal, masyarakat
majemuik dikolompokan berdasarkan:
1. Etnik
dan ras asal usul keturunan
2. Bahasa
daerah
3. Adat
istiadat dan perilaku
4. Agama
5. Pakaian,
makanan, dan budaya matrial lainnya.
Sementara itu secar vertikal
masyarakat majemuk dikelompokan berdasarkan:
1. Penghasilan
atau ekonomi
2. Pendidikan
3. Pemukiman
4. Pekerjaan
5. Kedudukan
sosial politik
Di Indonesia sendiri, sebagain sebuah
negara yang majemuk, kemajemukan masyarakat Indonesia itu berdasarkan atas
unsur ras dan etnik.
1. Ras
Suatu
sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengategorikan manusia dalam populasi
atau kelompok besar dan berdiri melalui
cirri fenotipe, asal-usul geografis, tampang
jasmani dan kesukaan yang diwarisi.
2. Ras
kaukasoid
Merupakan angota kelompom berkulit putih
, namun, anggapan seperti itu tidak selalu benar.
3. Mongoloid
Merupakan ras manusia yang sebagian
besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara dan sebagainya.
4. Negroid
Ras manusia yang yang teru tama mendiami
benua Afrika disebelah selatan gurun sahara. Cirri khas utama Negroid ini ialah
kulit yang bewarna hitam dan rambut keriting.
5. Australoid
Nama
ras manusia yang mendiami bagia selatan India, Srilanka, beberapa kelompok di
Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia, dan Australia. Sebelum ras mongoloid
tiba di Nusantara, ras Australoid merupakan ras dominan yang tersebar diseluruh
pulau, sampai terdesak kebagian Timur Nusantara. Cirri khas utama Australoid
ialah berambut kariting hitam dan berkulit hitam.
6. Melanesia
Nama ras manusia yang mendiami wilayah
yang memanjang dari pasifik barat sampai ke laut Arafura, Utara dan Timur laut
Australia. Ciri-ciri khusus mereka ialah berkulit hitam dan berambut keriting.
Pada dasarmya, pengelompokan ras diatas
dibedakan dengan melihat pada cirri-ciri berikut:
a. Ciri
alamiah rambut pada badan, meliputi: warna alami rambut, bentuk rambut, (lirus,
ikal, atau keriting), kumis, dan iris mata.
b. Bentuk
lipatan penutup mata, meliputi sipt, atau besar.
c. Bentuk hidung, meliputi: pesek atau mancung,
besat atau kecil
d. Bentuk
bibir, meliputi tebal atau tipis.
e. Bentuk
kepala dan muka, meliputu: bulat, lonjong atau oval.
f. Ukiran
tinggi badan, meliputi: renda, sedang atau tinggi.
C.
KEMAJEMUKAN
DAN KESETARAAN SEBAGAI KEKAYAAN SOSIAL BUDAYA BANGSA
1. Kemajemukan
sebagai kekayaan Bangsa Indonesia
Indonesia adalah bangsa yang majemuk,
baik ernik, agama, ras, golongan, tingkat ekonomi, hingga gender.
2. Kesetaraan
sosial Warga Bangsa Indonesia
Memiliki kesamaan kedudukan, hak dan
kewajiban yang bdijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.
D.
PROBLEMA
KERAGAMAN DAN KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DALAM KEHIDUPAN
1.
Problema
Keragaman dan Solusinya
Menyatakan bahwa masyarakat majemuk
selalu memiliki sifat dasar:
a. Terjadinya
segmentasi kedalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan yang
berbeda.
b. Memiliki
struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat
nonkomplementer.
c. Kurang
mengembangkan konsensus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai
sosial yang bersifat dasar.
d. Secara
relatif, sering kali terjadi konflik antara kelompok satu dengan lainnya.
e. Secara
relatif, intregrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan
didalam bidang ekonomi.
f. Adanya
dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok lain.
Ada beberapa hal (solusi) yang dapat
dilakukan yaitu:
a. Integrasi
berdasarkan sukarela bukan paksaan
b. Meningkatkan
semangat religius, semangat nasionalisme, semangat pluralism, semangat
humanism, dan dialog antar umat beragama
c. Jalin
komunikasi antar budaya daerah
d. Melakukan
integrasi
2.
Problema
Kesetaraaan Serta Solusinya
Pada kesetaraan jika dibiarkan akan
membuat harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang mulia menjadi hilang.
Solusi untuk mengatasi problem ini antara lain:
a. Perlindungan
dan penegakan HAM, baik oleh pemerinta dalam negara ataupun oleh kelompok
individu terhadap individu lainya. Artinya, HAM harus dihargai, dihormati,
dijunjung tinggi oleh siapapun dan tidak boleh dirampas oleh siapa pun juga.
b. Penghapusan
segala bentuk deskriminasi, seperti deskriminasi terhadap perempuan.
c. Semua
orang dianggap sama, tanpa membedakan faktor primordial, ras dan lain
sebagainya. Kepemilikan SBKRI adalah salah satu syarat yang dipenuhi seseorang
untuk mengurus berbagai keperluan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), memasuki
dunia pendidikan, permohonan paspor, pendaftaran pemilihan umum, sampai menikah
dan meningal dunian dan lain-lain.
BAB
VI
MANUSIA,
NILAI, MORAL DAN HUKUM
A.
HAKIKAT,
FUNGSI, DAN PERWUJUDAN NILAI, MORAL, DAN HUKUM
1. Hakikat, Fungsi, dan
Perwujudan Nilai
Pada
hakikatnya, nilai berkaitan dengan anggapan terhadap baik dan buruk atau pantas
dan tidak pantas. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk,
pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Terdapat pengertian
nilai menurut para ahli, antara lain ;
a. Allport
(dalam Rokeach, 1973 ) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kenyakinan yang
melandasi seseorang untuk bertindak berdasarkan pilihannya.
b. Kimball
young (dalam Agung S.S Raharjo, 2009) mengemukakan bahwa nilai adalah asumsi
yang anstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam
masyarakat.
c. A.W.
Green (dalam Vincentius Satu, 2009) menyatakan bahwa nilai adalah kesadaran
yang secara relative berlansung disertai emosi terhadap objek.
Sesuatu
dianggap bernilai apabila sesuatu itu memiliki sifat sebagai berikut;
Menyenangkan (peasant); berguna (useful ); memuaskan (satisfying); menguntungkan (profitable); menarik (interesting); dan kenyakinan (belief). Artinya, sesuatu itu bernilai
apabila menyenangkan bagi manusia, berguna bagi manusia, dapat memuaskan
manusia, menarik bagi manusia, dan menimbulkan kenyakinan bagi manusia terhadap
nilai dari sesuatu itu. Nilai itu sendiri merupakan kenyakinan yang
tergolong preskriptif atau proskriptif , yaitu beberapa cara atau
akhir tindakan dinilai dan dinyakini sebagai sesuatu yang diinginkan atau tidak
diinginkan.
Nilai
itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
a. Nilai
itu objektif
b. Nilai
itu subjektif
2.
Hakikat,
Fungsi dan Perwujudan Moral
Dalam
bahasa latin, moral berasal dari kata “Mores”
yang artinya adat kebiasaan. Sementara dalam bahasa yunani, moral adalah “ethos” atau etika yaitu ajaran tentang
baik-buruk, yang diterima masyarakat umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban
dan sebagainya. Pengertian moral dalam bahasa indonesia adalah ahklak atau
kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani
yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup (Kamus Besar Bahasa
Indonesia/KBBI,2008).
Moral
berfungsi sebagai landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam
kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun
dalam lingkungan keluarga. Moral diwujudkan melalui pikiran, tutur kata,
perilaku yang luhur, dan tata sikap manusia.
3.
Hakikat,
Fungsi dan perwujudan Hukum
Pada
hakikatnya hukum, merupakan seperangkat aturan dalam masyarakat yang berisi
perintah dan larangan yang harus ditaati dan serta adanya sanksi bagi
pelanggarnya. Dalam literatur hukum, dikenal dua teori tentang tujuan hukum,
yaitu sebagai berikut :
a. Teori
etis;
b. Teori
utilities;
B.
KEADILAN,
KETERTIBAN DAN KESEJAHTERAAN
1.
Hakikat
keadilan
Keadilan
dalan bahasa arab adalah adil yang
berarti “tengah”. Artinya, keadilan berarti menempatkan sesuatu ditengah, tidak
berat sebelah atau menempatkan sesuatu pada tempatnya.
2.
Hakikat
ketertiban
Ketertiban berasal dari
kata “tertib’ yang berarti aturan atau peraturan yang baik (Kamus Besar Bahasa
Indonesia/KBBI, 2008). Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat
yang berlainan karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan
mempunyai sifat yang tidak sama pula.
3.
Hakikat
kesejahteraan
Kesejahteraan atau
sejahtera dapat memiliki tiga arti, yaiu sebagai berikut:
a. Dalam
istilah umum, sejahtera merujuk pada keadaan yang baik, kondisi manusia dimana
orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.
b. Dalam
istilah ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda (materi).
c. Dalam
hubungannya dengan kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjuk kejangkauan
pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
C.
PROBLEMA
NILAI, MORAL, DAN HUKUM DALAM MASYARAKAT DAN NEGARA
Nilai, moral dan hukum selayaknya
dipatuhi untuk menciptakan keadilan, ketertiban dan kesejahteraan.
BAB
VII
MANUSIA,
SAINS TENOLOGI DAN SENI
A.
HAKIKAT
DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI BAGI MANUSIA
1.
Hakikat
dan Makna Sains
Sains berasal dari kata
scientica (dalam bahasa inggris
doisebut dengan knowledge) yang
berarti pengetahuan. Berpijak dari hal ini, maka ilmu memiliki kandungan
unsur-unsur pokok sebagai berikut:
a. Berisi
pengetahuan (knowledge)
b.
Tersusun secara
sistematis
c.
Menggunakan penalaran
d. Dapat
dikontrol secara krotis oleh orang lain
Pengetahuan
dapat dikembangkan oleh manusia untuk mencapai ilmu, dalam kajian filsafat,
pengetahuan bisa mencapai ilmu jika sudah memenuhi tiga kriteria berikut, yaitu
:
a. Adanya
aspek ontologis
b.
Adanya aspek
epistomologis
c.
Adanya aspek aksiologi
2.
Hakikat
Teknologi
Dalam bahasa yunani, teknologi berasal
dari kata “techne” dan “logia”. “techne” berarti seni atau kerajinan, dan logia/logos artinya ilmu.
3.
Hakikat
Seni
Seni pada hakikatnya
dapat dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. seni juga dapat
dikatakan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang megandung unsur
keindahan. Akan tetapi, kita harus berhati-hati dalam menggunakan kata seni
yang dilekatkan dengan suatu objek.
4.
Aplikasi
Sains, Teknologi dan Seni
Ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni (IPTEKS) memiliki hubungan yang sangat erat. IPTEKS juga
berkaitan dengan upaya manusia untuk mencapai hidup pada taraf yang lebih baik.
Berdasarkan
uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
a.
Manusia sebagai
pencipta kebudayaan
b.
Kebudayaan menghasilkan
peradaban
c.
Produk peradaban adalah
sains, teknologi, dan seni
d. Produk
sains, teknologi, dan seni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia
e. IPTEKS
itu netral tapi tidak semuanya yang bebas nilai (artinya ada yang bebas nilai).
B.
DAMPAK
PENYALAHGUNAAN IPTEKS PADA KEHIDUPAN
IPTEKS memiliki dampak
positif dan negatif. Secara umum, dampak positif dari kemajuan IPTEKS adalah
kemudahan-kemudahan dalam beraktivitas. Sementara dampak negatif dari kemajuan
IPTEKS adalah dapat mengakibatkan masyarakat menjadi terbuai, karena mereka hampir
tak sadar bahwa ternyata dirinya telah
berada dalam situasi pola hidup konsumtif,hedonistik, dan materialistik.
C.
PROBLEMA
PEMANFATAAN IPTEK DI INDONESIA
Ada empat bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi strategis yang akan menentukan masa depan dunia,
yaitu: Material, Energi, Mikroelektrik, dan Bioteknologi (Rahardi ramelan,
dalam Herimanto dan Winarno, 2010:165). Empat bidang ini menghasilkan empat
macam teknologi, yaitu ; teknologi bahan, energi, mikroeletronika, dan hayati.
1. Teknologi
bahan; teknologi yang memanfaatkan material, terutama logam seperti besi dan
baja untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang menggunakannya.
2. Teknologi
energi; teknologi dengan memanfaatkan sumber-sumber energi, seperti minyak, gas
alam, batu bara, tenaga air, geothermal,
dan kayu.
3. Teknologi
mikroelektronika (informasi atau informatika); teknologi yang digunakan untuk
menyimpan, menghasilkan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi.
4. Teknologi
hayati; teknologi yang berusaha secara sistematis menggunakan serta mengarahkan
sistem atau komune biologis, terutama
organisme kecil, untuk menghasilan barang atau jasa secara efisien.
Contoh sederhana adalah dengan
dikembangkannya sarana transportasi, manusia bisa bergerak dan bisa melakukan
mobilisasi dengan cepat.
BAB
VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
A.
HAKIKAT
DAN MAKNA LINGKUNGAN BAGI MANUSIA
Manusia merupakan
mahkluk yang cepat beradaptasi dengan lingkungan. Lingkungan merupakan bagian
terpenting dan mendasar dari kehidupan manusia.
B.
KUALITAS
LINGKUNGAN DAN PENDUDUK TERHADAP KESEJAHTERAAN
1.
Lingkungan
Dan Kesejahteraan
Lingkungan dapat memberika sumber
kehidupan agar manusia menjadi sejahtera. Artinya, lingkungan hidup menjadi sumber dalam
mendukung kehidupan, dan diharapkan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup mnusia.
2.
Penduduk,
Lingkungan, dan kesejahteraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat
dengan lingkungan dan kesejahteraan.
C.
PROBLEMATIKA
LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA YANG DIHADAPI MASYARAKAT
1.
Problematika
Pengelolaan Lingkungan
Perubahan lingkungan banyak terjadi
didaerah kota dibandingkan dengan daerah pelosok (pedesaan) dimana penduduknya
lebih sedikit dan terkesan :primitif”. Berikut diberikan contoh perubahan
lingkungan yang berdampak positif:
a. Penenbangan
pohon untuk dimanfaatkan kayunya dengan menanam kembali pohon untuk menganti
yang telah ditebang
b. Penanaman
kembali pohon karena kebakaran untuk daerah resapan air dan mencegah erosi.
Beberapa
upaya yang dapat dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup adalah:
a. Penanaman
kembali hutan yang gundul
b. Pencegahan
terhadap buang sampah dan limbah disembarang tempat
c. Pemberian
sanksi ketat terhadap pelaku pencemar lingkungan
d. Menghentikan
eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan
e. Peningkatan
kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara, dan lingkungan.
2.
Problematika
Lingkungan Sosial Budaya
Selain berinteraksi dengan lingkungan,
manusia juga berinteraksi dengan manusia lain.
D.
ISU-ISU
PENTING PERSOALAN LINTAS BUDAYA DAN BANGSA
Karena tidak bisa
dipungkiri bahwa isu-isu global ini menjadi keprihatinan bagi seluruh umat
manusia sedunia. Adapun isu global tersebut antara lain sebagai berikut:
1.
Isu tentang lingkungan
Pada tanggal 15 Juni 1972, faktor
terpenting dalam permasalahan lingkungan adalah besarnya populasi manusia (laju
prtumbuhan pendduk). Beberapa contoh permasalah lingkungan yang sering terjadi
adalah sebagai berikut;
a. Kekeringan
b. Banjir
c. Longsor
d. Erosi/abrasi
pantai
e. Intrusi
air laut
f. Kebakaran
hutan
g. Pencemaran
minyak lepas pantai
h. Pemanasan
global
i.
Penipisan lapisan ozon
j.
Hujan asam
k. Penuruan
keanekaragaman hayati
2.
Isu tentang kemanusiaan
Manusia adalah mahkluk yang sempurna
yang diciptakan oleh Tuhan didunia.
a. Kemiskinan
merupakan sebuah isu global yang tidak pernah surut diperbincangkn sampai
kapanpun, kemiskinan dalam sebuah negara mayoritas dialami oleh penduduk yang
tinggal dipedesaan. Penyebab utama kemiskinan dipedesaan adalah :
1)
Pendidikan yang rendah
2)
Ketimpangan kepemilikan
modal dan lahan petanian
3)
Ketidakmerataan
investasi disektor pertanian
4)
Alokasi anggaran kredit
yang terbatas
5)
Terbatasnya
ketersediaan bahan kebutuhan dasar
6)
Pengelolaan ekonomi
secara tradisional
7)
Rendahnya produktivitas
dan pembentukan modal
8)
Budaya menabung yang
belum berkembang
9)
Tidak ada jaminan
sosial bagi masyarakat desa
10)
Rendahnya jaminan
kesehatan
b. Perang
merupakan salah satu masalah yang menyangkut kemanusiaan.
c. Wabah
penyakit merupakan istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit
pada daerah yang luas dan pada banyak orang maupun untuk menyebut penyakit yang
menyebar tersebut.
3. Isu
HAM
Berikut merupakan beberapa contoh dari
pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak penguasa:
a. Penindasan
dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang
b. Menghambat
dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan
oposisi
c. Hukum
(aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi
d. Manipulatif
dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai
tiran/otoriter tanpa diikuti/dihadiri rakyat dan oposisi.
e. Penegak
hukun dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan/anarkis terhadap rakyat dan
oposisi manapun.
No comments:
Post a Comment